JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Dini Hari, Pabrik Triplek Marjuki Dilalap Api

Dini Hari, Pabrik Triplek Marjuki Dilalap Api

83
BAGIKAN

 

Istimewa MEMBARA—Kobaran api saat kebakaran melanda pabrik triplek Abirama Kresna di Desa Kedungwinong, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Minggu (8/1/2017).
Istimewa
MEMBARA—Kobaran api saat kebakaran melanda pabrik triplek Abirama Kresna di Desa Kedungwinong, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Minggu (8/1/2017).

SUKOHARJO—Kebakaran terjadi di sebuah pabrik di Desa Kedungwinong, Kecamatan Nguter, Minggu (8/1/2017) dini hari, sekitar pukul 04.15 WIB. Tepatnya terjadi di pabrik triplek Abirama Kresna. Kobaran api diduga muncul akibat kebocoran oli yang terjadi di ruang oven.

Disampaikan Kapolsek Nguter AKP Didiek Nurcahyo, mewakili Kapolres Sukoharjo AKBP Ruminio Ardano, kebakaran pertama kali diketahui oleh salah seorang pekerja yang melihat kobaran api yang mucul dari gedung oven kayu. Yang langsung memberitahukannya pada karyawan lainnya.

“Para pekerja langsung sigap dalam pemadaman awal. Masyarakat sekitar yang melihat hal tersebut juga berusaha membantu untuk memadamkan api. Namun ternyata api belum bisa dikendalikan,” ungkap Kapolsek.

Melihat api semakin besar, karyawan langsung menghubungi Polsek Nguter dan pemadam kebakaran, yang kemudian langsung meluncur ke lapangan.

Pabrik triplek yang terbakar tersebut diketahui adalah milik Marjuki (60), warga Joho Baru. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sedangkan total kerugian masih ditaksir.

Kepala Pemadam Kebakaran Sukoharjo Margono mengatakan, petugas baru berhasil memadamkan api setelah kurun waktu kurang lebih tujuh jam. “Meski sudah padam, petugas masih bersiaga untuk mewaspadai adanya api kecil yang bisa menimbulkan kebakaran susulan,”ucapnya.

Terpisah, Camat Nguter Sumarno menyampaikan masyarakat dan Muspika juga ikut turun tangan membantu untuk memadamkan api. Menurutnya, ada sembilan mobil pemadam yang didatangkan dari wilayah eks karesidenan Surakarta, yakni dari Sukoharjo, Wonogiri, dan Solo. “Semua masih berjaga-jaga agar kebakaran tak terjadi lagi karena wilayah pabrik lumayan luas,” tandasnya.

Dynda Wahyu Wardhani