JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Disperindag Klaim 95 Persen Pedagang Terima Penantaan Pasar Masaran

Disperindag Klaim 95 Persen Pedagang Terima Penantaan Pasar Masaran

36
BAGIKAN
CEK PEDAGANG- Kepala Disperindag Sragen, Untung Sugihartono (kanan) didampingi Sekdin dan tim saat mengecek kondisi pedagang dan los di pasar Masaran yang belakangan memantik protes, Kamis (12/1/2017).
CEK PEDAGANG- Kepala Disperindag Sragen, Untung Sugihartono (kanan) didampingi Sekdin dan tim saat mengecek kondisi pedagang dan los di pasar Masaran yang belakangan memantik protes, Kamis (12/1/2017).

SRAGEN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengklaim 95 persen pedagang di Pasar Masaran sudah kondusif dan menerima hasil penataan los pasca revitalisasi.

Meski demikian, kajian ulang tetap akan dilakukan untuk sebagian pedagang yang dianggap masih bergejolak.

Hal itu terungkap ketika Tim Disperindag yang dipimpin Kadinas, Untung Sugihartono menggelar inspeksi ke lokasi Pasar Masaran, Kamis (12/1/2017).

Dari hasil pengecekan bersama Sekdin, Tri Saksono, ia menyimpulkan bahwa hanya sebagian kecil pedagang saja yang belum bisa menerima hasil penataan.

Menurutnya yang menolak hanya sekitar dua orang yang awalnya menghuni los darurat di pintu masuk tapi sekarang digeser ke sisi tengah.

Hal itu dilakukan karena dulu los darurat di bawah memang tak layak dan dimundurkan untuk menyesuaikan Detail Engineering Design (DED) yang baru.

“Kalau yang 95 persen pedagang tadi kami tanya, sudah bisa menerima. Kami memaklumi ada satu dua yang tidak bisa menerima itu wajar. Karena dulu los itu ukurannya 2 x 4 meter, sekarang memang disesuaikan menjadi 2 x 2 meter. Makanya kami akan lakukan pendekatan lagi,” paparnya di sela inspeksi.

Perihal rekomendasi DPRD untuk dikembalikan mendekati semula, menurutnya perlu pembahasan dan dikaji kembali dengan tim terlebih dahulu.

Akan tetapi ia mengisyaratkan penataan ulang secara total tak mungkin dilakukan, karena terlalu berisiko memicu gejolak lebih banyak.

Soal indikasi adanya pedagang yang membayar uang atau ditarik bayaran agar dapat los strategis, ia tegas menampik. Dari pengecekan acak ke pedagang, ia mengaku indikasi itu belum bisa dibuktikan.

Di sisi lain, rumor adanya jual beli dan penarikan uang untuk penataan los, masih terus beredar di kalangan sebagian pedagang.

Salah satu pedagang, Saroso yang ikut memprotes penataan, menyampaikan selain indikasi tarikan uang itu, juga ada ancaman jika pedagang  tak nurut maka izinnya bisa dicabut.

Wardoyo