JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Dua Bandar Sabu yang Tertangkap di Sragen Dikendalikan Narapidana Nusakambangan

Dua Bandar Sabu yang Tertangkap di Sragen Dikendalikan Narapidana Nusakambangan

241
BAGIKAN
ilustrasi penangkapan di Sragen. Foto : Joglosemar
ilustrasi penangkapan di Sragen. Foto : Joglosemar
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes R Djarod Padakova
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes R Djarod Padakova

SRAGEN – Dua bandar sabu kelas kakap asal Masaran, Sragen berinisial SP dan S alias B asal Matesih, Karanganyar yang dibekuk di Nguwer, Duyungan, Sidoharjo, Sragen, Sabtu (7/1/2017) siang diancam hukuman mati.

Pihak Polda juga menyampaikan, sindikat peredaran sabu yang digawangi keduanya dikendalikan dari napi yang saat ini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan.

Penegasan itu disampaikan oleh Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono melalui Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol R. Djarod Padakova, Minggu (8/1/2017).

Kepada Joglosemar, Kombespol Djarod mengungkapkan, saat ini kedua bandar sudah diamankan di Mapolda Jateng untuk proses hukum lebih lanjut.

Ia memastikan, keduanya bakal dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 112 dan 114 UU RI No.35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati. “Ancaman hukumannya sampai hukuman mati. Karenanya keduanya adalah bandar,” tegasnya kemarin.

Selain dua bandar tersebut, saat ini sejumlah barang bukti yang diamankan dari penggerebekan juga sudah dibawa ke Mapolda Jateng.

Barang bukti yang disita antara lain satu unit mobil Honda Mobilio warna Silver bernopol AD 9444 RY yang dikendarai SP dan B saat kejadian. Lantas satu paket besar berisi serbuk kristal sabu kelas satu seberat hampir 30 gram, serta dua paket sabu ukuran kecil.

Ada juga uang tunai sekitar Rp 2 juta, dua unit alat timbangan elektrik, dua unit handphone, beberapa paket perangkat hisap sabu, dan satu buku rekening atas nama SP.

Paket sabu itu diduga hendak dipasok oleh keduanya ke jaringan pengedarnya yang ada di wilayah Sragen. Lebih lanjut, Djarod menguraikan, dua bandar sabu kelas kakap itu memang sudah lama masuk radar pengintaian dari Tim Ditnarkoba Polda Jateng.

Berdasarkan hasil penyelidikan, kedua bandar yang sudah keluar masuk penjara atas kasus serupa itu, ditengarai merupakan jaringan bandar yang dikendalikan dari penghuni LP Nusakambangan. “Peredarannya dikendalikan dari napi di LP Nusakambangan,” tukasnya.