JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Ini Dua Permintaan Keluarga TKI asal Sragen yang Tewas Terbakar di Taiwan

Ini Dua Permintaan Keluarga TKI asal Sragen yang Tewas Terbakar di Taiwan

340
BAGIKAN
TAK KUASA- Saiman Siswo Wiryanto (67), orangtua TKI asal Kedawung, yang tewas terbakar di Taiwan tak kuasa menahan air mata mengenang putranya itu, Kamis (26/1/2017). Joglosemar/Wardoyo
TAK KUASA- Saiman Siswo Wiryanto (67), orangtua TKI asal Kedawung, yang tewas terbakar di Taiwan tak kuasa menahan air mata mengenang putranya itu, Kamis (26/1/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN – Pihak keluarga Heri Eko Saputro (43), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Dukuh Bahak, Desa Kedawung, Kedawung, Sragen, yang tewas terpanggang di mess perusahaannya yang terbakar di Taiwan, menyampaikan dua permintaan kepada pemerintah dan pihak terkait.

Hal itu disampaikan orangtua korban, Saiman Siswo Wiryanto (67), Kamis (26/1/2017). Ia mengatakan ada dua permintaan yang diinginkan keluarga.

“Yang pertama, mohon dengan hormat lagi sangat nyuwun kepulangan jenasah diupayakan secepatnya. Baik itu abu jenasah kami minta bisa dipulangkan secepatnya,” paparnya.

Permintaan kedua, ia juga memohon dengan hormat lagi sangat agar anak ketiganya, Samsu Nur Hidayat yang juga bekerja di Taiwan diijinkan oleh KBRI, bos perusahaan, atau agency untuk mengantarkan jenasah Eko sampai pulang di kampung halaman.

“Masalah asuransi jiwa atau hak-hak lain, biar itu diterima oleh ahli waris yang berhak. Biar anak-anaknya yang menerima,’ lanjutnya.

Hingga kemarin dirinya masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari putranya dan pihak terkait di Taiwan perihal perkembangan dari Taiwan. Soal rencana kepulangan, ia sendiri belum mengetahui.

Kapolsek Kedawung AKP Suhardi mewakili Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso kemarin juga langsung menyambangi kerabat duka di Dukuh Bahak. Kapolsek mengatakan akan mengawal kepulangan jenasah apabila sudah sampai di Sragen.

Di sisi lain, kematian Eko kian menambah panjang daftar TKI Sragen yang tewas di tempatnya bekerja. Tercatat sudah lebih dari 10 TKI dan TKW Sragen yang meregang nyawa di tempatnya bekerja dalam kurun beberapa tahun terakhir.

Wardoyo