JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Dugaan Penyimpangan Proyek GOR Manahan Menguat

Dugaan Penyimpangan Proyek GOR Manahan Menguat

77
BAGIKAN
Joglosemar|Mohammad Ayudha ilustrasi proyek
Joglosemar|Dok
ilustrasi proyek

SOLO – Dugaan penyimpangan pembangunan fisik GOR Manahan Solo menguat. Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta telah menyelesaikan pengecekan fisik hasil rehab GOR Manahan Solo. Dalam pengecekan, pihak Kejari melibatkan tim ahli bangunan.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Surakarta, Suyanto, menyebutkan hasil pengecekan telah menguatkan dugaan penyimpangan pengerjaan fisik bangunan GOR Manahan dengan kerugian negara senilai Rp 500 juta.

“Pengecekan fisik pengerjaan fisik GOR Manahan telah selesai. Dalam pengecekan, kami meminta bantuan tim ahli bangunan dari salah satu universitas di Kota Solo,” terang dia, Senin (16/1/2017) pascamenerima laporan terkait hasil pengecekan awal Januari 2017.

Pengecekannya sendiri berlangsung sekitar sebulan. Ditegaskan Suyanto, dalam hasil laporan pengecekan tersebut telah ditemukan adanya penyimpangan uang negara. “Hasilnya telah ditemukan adanya penyimpangan dalam pengerjaan proyek tersebut,” ungkap dia.

Lebih lanjut Suyanto, menyebutkan dalam pengerjaan rehab GOR Manahan terdapat sejumlah pekerjaan, di antarannya perbaikan atap, pengadaan lampu penerangan lapangan, pengecetan, pemasangan kursi tribun, dan lainnya.

“Hasilnya telah ditemukan kekurangan volume pekerjaan yang tidak sesuai dengan perjanjian kontrak kerja,” terang dia.

Ditambahkan Suyanto, hasil pengecekan itu  akan segera dilaporkan ke Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jateng.

Menurut dia, BPKP akan menerjunkan tim sendiri untuk kembali mengecek hasil fisik bangunan GOR Manahan.

Suyanto menyatakan pihak BPKP yang memiliki kewenangan dalam menentukan hasil kerugian negara sementara kejari hanya memberikan data pendukung.

Satria Utama