JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Event Kota Solo Dinilai Mulai ‘Mboseni’

Event Kota Solo Dinilai Mulai ‘Mboseni’

149
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo ilustrasi kostum nusantara.
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
ilustrasi kostum nusantara.

SOLO– Gelaran event tahunan di Kota Solo kembali mendapat sorotan. Usai dituding kian tak tertata oleh Walikota, kritikan serupa pun muncul dari sejumlah anggota dewan.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Surakarta, Hartanti mengatakan selama pelaksanaan event yang ada tak menunjukkan perbaikan signifikan. Dari tahun ke tahun, seolah pihak pelaksana tak belajar maupun melakukan evaluasi.

“Padahal adanya event seperti itu kan untuk menarik wisatawan datang ke Kota Solo. Namun, setiap tahun sama saja,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (20/1).

Keberadaan yayasan penyelenggara gelaran pun tak cukup berdampak. Hartanti melihat, inovasi yang dikembangkan untuk memberi warna berbeda terhadap event cukup minim. Tak pelak, banyak acara yang monoton dan semakin ditinggalkan masyarakat alias ‘mboseni’.

Dia mencontohkan, gelaran Solo Batik Carnival (SBC), cenderung kurang memiliki greget ketimbang saat pertama dilaksanakan.

“Konsepnya tidak berubah, ya seperti itu saja. Meski sudah ada pakemnya, kan bisa dikreasikan dengan unsur lainnya,” sebutnya.

Sorotan lain yang diarahkan terhadap event di Kota Solo adalah gelaran di tingkat kelurahan. Selama ini, kerap terjadi penumpukan kegiatan antara satu kelurahan dengan lainnya.

Hartanti mendorong agar Dinas Pariwisata mampu mengelola jadwal event. Dengan begitu, upaya peningkatan potensi kelurahan lewat kegiatan budaya maupun lainnya dapat tercapai.