JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Hampir Sebulan Tak Ngantor, Andy Purnomo Masih Syok Berat

Hampir Sebulan Tak Ngantor, Andy Purnomo Masih Syok Berat

276
BAGIKAN
ilustrasi kasus Andy Purnomo. Grafis : Dok Joglosemar
ilustrasi kasus Andy Purnomo. Grafis : Dok Joglosemar

Kendati  masih berstatus sebagai saksi dalam kasus suap yang menyeret Bupati (nonaktif) Klaten, Sri Hartini sebagai tersangka, namun hal itu telah membuat sang putra sulung, Andy Purnomo yang juga Ketua Komisi IV DPRD Klaten syok berat.

Sejak Sri Hartini tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) , Jumat (30/12/2016) lalu, sejak itu Andy Purnomo belum pernah ngantor di DPRD. Menurut Deddy Suwadi, kuasa hukum Andy ketika itu, kliennya mengalami syok berat.

Namun Andy sempat memenuhi panggilan pemeriksaan oleh KPK sebagai saksi pada  Senin (16/1/2017) dalam keadaan sehat.

Setelah pemeriksaan KPK, dirinya tidak kelihatan lagi dan belum ngantor, bahkan sampai Sidang Paripurna  DPRD Klaten dengan agenda Laporan Kinerja Pimpinan DPRD yang berlangsung Senin (23/1/2017).

“Selama ini Mas Andy syok berat. Setelah usai pemeriksaan, Mas Andy sudah kembali ke Klaten,” ujar kuasa hukum Andy, Deddy Suwadi saat dihubungi wartawan lewat telepon, Senin (23/1/2017).

Deddy mengatakan, Andy minta maaf belum bisa optimal dalam kegiatan kedewanan, karena masih mengalami kendala psikologis. Menurut Deddy, sejak mendampingi Andy Purnomo dalam pemeriksaan KPK pekan lalu, sampai saat ini dirinya mengaku belum berkomunikasi lagi dengan kliennya tersebut.

“Yang jelas, setelah pemeriksaan waktu itu, Mas Andy siap bila dipanggil kembali oleh KPK,” ujarnya.

Terkait ketidakhadiran Andy Purnomo dalam sidang Paripurna, Senin (23/1), Ketua DPRD Klaten, Agus Riyanto mengatakan, yang bersangkutan sudah mengajukan izin kepada dirinya.

“Itu kemarin kan sudah mengirimkan surat. Intinya dia (Andy Purnomo) minta izin tidak bisa mengikuti beberapa agenda DPRD Klaten,” ujarnya kepada wartawan, Senin (23/1/2017).