JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Harga Cabai di Klaten Masih Tidak Wajar

Harga Cabai di Klaten Masih Tidak Wajar

20
BAGIKAN
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias Ilustrasi cabai
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
Ilustrasi cabai

KLATEN—Harga jual cabai rawit di beberapa pasar tradisional di Klaten masih tinggi. Harga cabai rawit yang paling murah mencapai Rp 105.000 dan harga termahal Rp 125.000/kilogram. Harga cabai rawit paling murah dijual di Pasar Wedi.

Salah seorang pedagang, Poniyem (35) mengatakan, sejak dua Minggu lalu harga cabai rawit merangkak naik.

“Harganya naik terus. Sekarang ini harganya tidak wajar. Dulu paling mahal kalau harga cabai rawit lalapan Rp 10.000-11.000/kilogram. Tapi sekarang naik 10 kali lipat jadi Rp 100.000-105.000/kilogram,” tuturnya, Kamis (26/1/2017).

Karena itu, Poniyem tidak berani kulakan dengan jumlah banyak. “Sehari paling saya ambil cabai rawit sebanyak 1-3 kilogram saja. Ndak berani jual banyak-banyak, takut rugi. Modal saya juga mepet,” ujarnya.

Sedangkan di Pasar Tanjung Kecamatan Juwiring, harga cabai rawit untuk lalapan atau sambal sudah mencapai Rp 120.000-125.000/kilogram.

Hal itu diungkapkan oleh pemilik warung makan ayam goreng di pasar tersebut, Eko Purnomo (36) warga Desa Kenaiban, Kecamatan Juwiring. Menurutnya sejak awal tahun 2017, harga capai semakin mahal.

“Kata pedagang di pasar setiap sehari harga cabai naik Rp 1.000. sampai tadi pagi, saya beli ada yang jual Rp 120.000 -125.000 tergantung kualitasnya,”katanya.

Untuk mengakali agar jualan ayam gorengnya tidak merugi, Eko mengaku membeli sambal sachet yang harganya masih terjangkau. “Kalau buat sambal sendiri saya nanti malah rugi kalau harganya cabai seperti itu,”ujarnya.

Akibat tingginya harga cabai juga dikeluhkan oleh Purwani (30) ibu rumah tangga yang tinggal di Desa Kuntulan,Kecamatan  Wedi.

“Saya tidak berani membeli banyak-banyak karena harga cabai yang mahal,”katan Purwani  yangberharap harga cabai segera normal.

Dani Prima