JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Harga Cabai Naik, Pedagang Kurangi Pasokan

Harga Cabai Naik, Pedagang Kurangi Pasokan

23
BAGIKAN
1001-lombok
Joglosemar | Rudi Hartono
KURANGI PASOKAN – Salah satu Pedagang Cabai Pasar Jungke Pangatiyem, saat menujukan pasokan cabainya yang berkurang lantaran harga cabai meroket hingga Rp 100.000 per kilo.

KARANGANGAR – Imbas kenaikan harga cabai membuat pedagang di pasar tradisional di wilayah Karanganyar terpaksa harus mengurangi pasokannya. Seperti yang dilakukan Pangatiyem (55). Ia terpaksa harus mengurangi pasokan cabainya yang semula per hari memasok sekitar 10 kg dan sekarang hanya memasok sekitar 5 kg. “Sebelum ada kenaikan setiap hari saya memasok 10 kg cabai, tapi setelah ada kenaikan ini paling banter atau banyak itu saya hanya 4 – 5 kg saja. Karena barangnya itu tidak ada dan susah, dan harganya mahal,” jelas Pangatiyem, Senin (9/1/2017).

Di sisi lain, salah satu pedagang Larsini (35) mengungkapkan, tidak hanya mengurangi pasokan barang saja, dirinya juga harus rela mencari cabai dari tengkulak satu dengan tengkulak lain.

“Ya bingung, nyari tengkulak yang harganya agak miring, semua naik harganya,” kata Larsini. Ditanya penyebab kenaikan harga cabai, baik Larsini maupun Pangatiyem, menduga kenaikan disebabkan pengaruh cuaca yang tidak menentu. “Sudah hukum ekonomi kalau barangnya susah harganya pasti naik. Tapi kemungkinan karena pengaruh cuaca, dan serangan hama, jadi banyak cabai yang kering,” kata Larsini.

Selain cabai, sejumlah bahan lain yang turut naik antara lain bawang putih, gula merah serta bumbu dapur lainnya. Rudi Hartono