JOGLOSEMAR.CO Sport HASIL KONGRES PSSI 2017: Persebaya Harus Merangkak dari Divisi Utama

HASIL KONGRES PSSI 2017: Persebaya Harus Merangkak dari Divisi Utama

79
BAGIKAN

 

Antara | Novrian Arbi LANCAR—Sejumlah Pimpinan Eksekutif PSSI berdiskusi saat memandu jalannya Kongres Tahunan PSSI di Hotel Aryaduta Bandung, Minggu (8/1/2017).
Antara | Novrian Arbi
LANCAR—Sejumlah Pimpinan Eksekutif PSSI berdiskusi saat memandu jalannya Kongres Tahunan PSSI di Hotel Aryaduta Bandung, Minggu (8/1/2017).

BANDUNG—Kongres PSSI sukses digelar di Bandung, Minggu (8/1/2017). Sejumlah keputusan dicapai dalam kongres yang bertempat di Hotel Aryaduta, Kota Bandung tersebut. Di antaranya dikembalikannya status keanggotaan tujuh klub dan bisa ikut berkompetisi musim ini, termasuk Persebaya Surabaya.

Tujuh klub yang akhirnya kembali diakui PSSI tersebut, selain Persebaya yakni Persibo Bojonegoro, Persema Malang, Arema Indonesia, Lampung FC, Persipasi Kota Bekasi dan Persewangi Banyuwangi. Penentuan status tujuh klub tersebut menjadi salah satu agenda kongres yang paling ditunggu, setelah sebelumnya sempat tertunda pembahasannya di kongres 10 November 2016 di Jakarta.

Status Persebaya dipulihkan menjadi anggota PSSI dan tim kebanggaan arek Surabaya ini bakal dimasukkan pada Divisi Utama atau satu level di bawah kompetisi utama di Indonesia.

Keputusan Persebaya bisa kembali aktif ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi dan disetujui oleh pemilik suara PSSI, meski dalam perjalanannya ada yang menginginkan klub ini bisa tampil di kasta yang lebih tinggi.

“Persebaya akan di tempatkan di Divisi Utama. Jika ingin turun di level yang lebih tinggi tunggu degradasi tim peserta kompetisi tertinggi musim depan,” kata Edy Rahmayadi.

Persebaya, kata Edy, merupakan satu dari lima tim legenda yang keberadaannya harus kembali dimunculkan. Selain tim yang berjuluk Bajol Ijo, tim legenda yang harus muncul adalah PSM Makassar, Persib Bandung, Persija Jakarta dan PSMS Medan.

“Harapan kami kelima tim legenda ini bisa berkiprah dikancah persepakbolaan nasional dan kedepan mampu kembali melahirkan pemain-pemain timnas,” tambah Edy. Sementara untuk enam klub lain, hanya bisa turun di Liga Nusantara.

 

Lega

Putusan kongres PSSI itu pun disambut suka cita oleh suporter Persebaya, Bonek dan juga manajemen klub. “Kami menghargai keputusan kongres, walaupun belum sepenuhnya lega soal itu. Tapi Alhamdulilah, perjuangan teman-teman minimal, kembali berkompetisi dalam sepakbola nasional terealisasi,” kata pentolan Bonek Andi Peci, di GOR Pajajaran Kota Bandung, kemarin.

Andi Peci menambahkan, sesuai dengan komitmen awal, Bonek akan menerima apapun hasil keputusan Kongres PSSI di Kota Bandung. “Jangannya di Divisi Utama, liga nusantara pun kami siap,” kata dia.

Apresiasi juga disampaikan manajemen tim Persebaya Surabaya yang hadir pada kongres di Hotel Aryaduta. “Akhirnya Persebaya bisa kembali berkiprah di kompetisi. Ini pantas disyukuri. Kerja keras manajemen, Bonek dan stakeholder telah membuahkan hasil,” kata Direktur Utama PT Persebaya Indonesia Cholid Goromah di sela kongres PSSI.

Selain pemulihan status klub, kongres PSSI di Bandung juga memulihkan status terhukum terhadap sejumlah mantan anggota komite eksekutif (Exco) PSSI, di antaranya Djohar Arifin Husin, Sihar Sitorus, Bob Hippy, Tuty Dau, Widodo Santoso, Farid Rahman dan Mawardi Nurdin.

Antara