JOGLOSEMAR.CO Foto Heboh Tukang Sayur Jualan Pakai Motor Mahal, Ternyata Ini Alasannya

Heboh Tukang Sayur Jualan Pakai Motor Mahal, Ternyata Ini Alasannya

2610
BAGIKAN
LEBIH KEREN DAN STABIL -- Seorang tukang sayur melayani pembeli di sebuah kompleks perumahan di Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Sabtu (14/1). Joglosemar | Amrih Rahayu
LEBIH KEREN DAN STABIL — Seorang tukang sayur melayani pembeli di sebuah kompleks perumahan di Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Sabtu (14/1).
Joglosemar | Amrih Rahayu

Pagi itu seperti biasa Sugino (29) dengan motor Honda CBR-nya yang keren keliling dari komplek ke komplek di kawasan Palur. Ibu-ibu selalu mengerubuti dia ketika ia berhenti di salah satu titik di kompleks perumahan.

Di atas motor yang harga on the road-nya kini lebih dari Rp 32 Juta tersebut dia sambil berteriak “sayur-sayur”. Iya, Sugino adalah pedagang sayur keliling yang memakai motor dengan harga puluhan juta untuk membawa dagangannya.

Awalnya, Sugino berkeliling dengan motor Honda Astreanya. Karena motor itu ternyata sudah sering ngadat maka dia berencana mengganti motornya.

Pilihan motor CBR lantaran dia menilai motor itu kuat dan tangguh. Apalagi, medan yang dia lalui bukan jalan lurus. Setiap hari dia kulakan sayur ke Karangpandan untuk mendapatkan sayuran segar. Sehingga medan yang dilalui turun naik.

“Ini sekaligus saya nabung, bukan beli kontan. Biar lebih awet saja, karena muatannya banyak dan medannya juga kurang bagus jadi pilih ini. Mahal dikit tetapi lebih kuat,” katanya kepada Joglosemar, Sabtu (4/1/2017).

Menurutnya, sejak memakai motor ini muatan sayur yang bisa dibawa bisa lebih banyak. Sebenarnya, harga motor itu dengan harga mobil pick up tidak jauh berbeda. Namun, jika memakai mobil dia akan kesulitan masuk ke gang-gang di perumahan-perumahan.

Salah seorang pedagang sayuran yang menggunakan motor Yamaha Vixon. Foto : Amrih Rahayu
Salah seorang pedagang sayuran yang menggunakan motor Yamaha Vixon. Foto : Amrih Rahayu

Apalagi, dengan motor itu dia merasa lebih keren. Setelah berjualan sayur motor bisa dipakai jalan-jalan. Dia mulai berjualan sejak pukul 05.30 WIB hingga pukul 10.00 WIB setiap hari.

Andi (38) juga memilih motor Yamaha Vixion  untuk menjajakan dagangannya. Dia adalah salah satu warga Kramen, Desa Pablengan, Kecamatan Matesih, Karanganyar. Setidaknya ada 20 orang yang menjadi tukang sayur keliling di dukuhnya, dan mereka kebanyakan memakai sepeda motor sport.

“Ya lebih praktis dan stabil juga. Kalau motor bebek buat jalan dan bawa dagangannya kurang enak. Apalagi waktu membeli bensin. Harus menurunkan bronjong untuk membuka tangki. Kurang praktis. Padahal saya sehari beli bensinnya dua kali. Sekarang lebih praktis karena tangki bensin ada di depan,” kata dia saat menjajakan dagangannya di kawasan Kecamatan Grogol, Sukoharjo.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Diman (30). Setiap pagi dia juga berjualan sayur di kawasan Colomadu, Karanganyar dengan Kawasaki Ninjanya.

Dia tampak keren dengan motor itu. Setiap pagi dia selalu dikerubuti ibu-ibu pelanggannya. Bukan karena motornya, tetapi karena dagangan sayurnya yang lengkap.

Barang bawaannya pun cukup banyak dan beragam selain sayur sayuran segar, seperti kol, sawi, kangkung, bayam, cabai, bawang dan lainya serta ikan segar.

Terkadang ia juga sering membawa buah-buahan juga membawa makanan kecil seperti kue-kue, bubur, sate, ketan  dan lainnya. Penghasilan rata-rata mereka lebih dari Rp 100.000 per hari.