JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Inspektorat Sragen Usut Pungli Prona Somomorodukuh

Inspektorat Sragen Usut Pungli Prona Somomorodukuh

128
BAGIKAN
ilustrasi pungli
ilustrasi pungli

SRAGEN – Inspektorat Kabupaten Sragen menyatakan tengah mendalami kasus dugaan penyelewengan tanah kas desa dan dugaan pungutan liar (pungli) program sertifikat Prona di Desa Sumomorodukuh, Plupuh yang memantik aksi demo warga, Kamis (5/1/2017).

Pendalaman tersebut dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kepada sejumlah pihak, termasuk Kades Somomorodukuh, Sri Wiyana yang juga disebut-sebut terlibat.

Inspektur Sragen, Wahyu Widayat mengatakan, proses pendalaman sejumlah kades yang diduga melakukan penyimpangan tengah berproses.

Pihaknya belum mengetahui persis, perkembangan pendalaman terhadap kasus di Desa Sumomorodukuh, Kecamatan Plupuh.

“Ini masih didalami. Kemarin yang mengikuti pertemuan di Sumomorodukuh, Asisten I dan Kabag Pemdes,” ujarnya Jumat (6/1/2017).

Seperti diberitakan, dalam aksi demo di depan kantor kecamatan dua hari lalu, puluhan warga dan aktivis di bawah koordinator Didik Supardi menuding telah terjadi penyerobotan aset tanah kas desa yang dialihkan menjadi hak milik Ketua BPD, Slamet Supriyono.

Tidak hanya itu, ia juga menyebut telah terjadi pungli pengurusan Prona tahun 2014 dan 2015 terhadap 175 warga peserta dengan nominal pungutan masing-masing Rp 1 juta per sertifikat.

Menurutnya, dugaan pengalihan aset desa itu melibatkan Kades Sri Wiyana, Sekdes Supoyo dan Ketua BPD. Sedangkan untuk pungli Prona ditarik oleh perangkat desa namun juga dimungkinkan melibatkan Kades.

Sebelumnya, Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno menegaskan bakal membentuk Tim guna mendalami dugaan penyimpangan terhadap tindakan sejumlah kasus, terutama terkait adanya pungli dalam program Prona di Desa Sumomorodukuh yang dilakukan oleh Kadesanya.

Tim yang dibentuk nantinya terdiri dari unsur Badan Pertanahan Nasional (BPN), Inspektorat, Bagian Pertanahan serta Bagian Pemerintahan.

“Indikasi itu tentu harus didalami lebih jauh lagi. Ini baru analisa, kita akan melihat membentuk tim untuk melihat lebih jauh.

Wardoyo