JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market Jelang Haul Habib Ali, Okupansi Hotel Capai 100 Persen

Jelang Haul Habib Ali, Okupansi Hotel Capai 100 Persen

53
BAGIKAN
1001-kusuma-sahid-1
Ilustrasi

SOLO – Banyak hotel di Solo sudah kebanjiran tamu jelang peringatan Haul Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al Habsyi yang akan digelar pada 18-20 Januari 2017 nanti.

Bahkan sejumlah hotel di sekitar Masjid Riyadh, Pasar Kliwon telah penuh dipesan sejak setahun silam dan okupansinya capai 100 persen. Kamar-kamar di hotel tersebut sudah dipesan setahun sebelum acara Haul Habib.

Hal tersebut dikatakan oleh Public Relation & Executive Secretary Aziza Hotel Solo, Nuning Cahyono. Menurut  Nuning setiap perayaan Haul dari tahun ke tahun diprediksi semakin bertambah pesertanya.

1001-aziza-1
Ilustrasi

“Tamu yang menginap di hotel ini sudah memesan setahun lalu untuk dipakai saat Haul Habib Ali nanti. Bahkan hingga saat ini okupansinya sudah mencapai 100 persen,” jelasnya kepada Joglosemar saat ditemui di Hotel Aziza, Senin (9/1/2017).

Rata-rata tamu yang menginap di hotel mencapai satu hingga dua malam. Tamu berasal dari luar kota seperti Surabaya, Jakarta, bahkan dari Malaysia dan Singapura. Hotel yang memiliki 93 kamar ini pun mematok tarif publish selama momen tersebut.

Nuning menambahkan banyak pula para tamu yang disayangkan tidak kebagian kamar di Hotel Aziza ini. “Apabila kami mengajukan barter dengan hotel lain kemungkinan juga sulit karena hotel lainnya pun juga penuh,” tuturnya. Nuning mengaku karena banyaknya peserta, rumah-rumah penduduk di sekitaran lokasi haul pun menjadi sasaran para peserta.

Lonjakan okupansi juga terjadi di Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH) Solo. Public Relation Manager Solo, Tia Kristiyanti, mengatakan menjelang puncak perayaan Haul Habib, okupansi hotel menyentuh 70 persen. “Biasanya saat hari H nanti akan menyentuh 100 persen okupansinya,” jelasnya.

Mayoritas tamu berasal dari kawasan Jawa Timur. Mereka sudah langganan menginap di KSPH untuk mengikuti perayaan Haul Habib. Saat ini, KSPH masih sering mendapatkan permintaan tamu untuk menginap di hotel. Namun, keterbatasan jumlah kamar membuat hotel terpaksa menolak tamu yang hendak menginap karena penuh. Garudea Prabawati