JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Kades Mojokerto Sewa Orang untuk Tunggu Sulami ‘Manusia Kayu’ di Moewardi

Kades Mojokerto Sewa Orang untuk Tunggu Sulami ‘Manusia Kayu’ di Moewardi

347
BAGIKAN
Sulami saat dibawa ke RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Selasa (24/1/2017)
Sulami saat dibawa ke RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Selasa (24/1/2017)

SRAGEN – Pihak desa akhirnya memutuskan menyewa orang untuk menunggui Sulami (36) selama menjalani perawatan di RSUD dr Moewardi.

Ini dilakukan menyusul dirawatnya manusia kayu asal Dukuh Selorejo RT 31/XI, Mojokerto, Kedawung sejak Rabu (25/1/2017).

Keputusan itu diambil oleh Kades Mojokerto, Sunarto, setelah melihat kondisi keluarga yang sangat memprihatinkan dan tak memungkinkan untuk menunggu.

Kepada Joglosemar, Sunarto, mengungkapkan setelah mengantar Sulami dirujuk ke Solo, salah satu kendala yang dihadapi adalah tidak adanya kerabat yang bisa menunggui.

Sebab ibu Sulami, Painem (65), sudah lama sakit stroke, sedangkan neneknya, Ginem (75) yang selama ini mengasuh Sulami, sudah tua.

Satu-satunya kakak yang tersisa, Susi, juga masih punya anak kecil yang tak mungkin ditinggal karena suaminya juga mengalami gangguan depresi.

“Akhirnya saya putuskan agar bisa tenang, saya berinisiatif menyewa satu orang warga khusus untuk menunggui dan menjaga Mbak Sulami selama di rumah sakit. Setiap hari dibayar Rp 50.000,” paparnya.

Sunarto menguraikan, keputusan menyewa itu semata-mata untuk meringankan beban keluarga yang memang tak lagi memungkinkan untuk menunggu.

Sementara, proses penanganan di rumah sakit diperkirakan juga memakan waktu yang tak sebentar.

Lebih lanjut, ia menyampaikan terima kasih atas perhatian semua pihak, terutama DKK dan Pemkab Sragen yang sudah mengupayakan penanganan kepada warganya itu.

Mewakili Pemdes dan warga, sangat berharap agar Sulami bisa mendapatkan penanganan maksimal serta bisa membaik meski untuk sembuh total kemungkinan sulit.

“Minimal tangan dan kakinya bisa sembuh dulu dan bisa digerakkan. Karena selama ini kan ikut neneknya yang sudah tua dan jompo. Nggak mungkin kan selamanya ikut neneknya,” jelasnya.

Wardoyo