JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Kasus Antraks Buat Warga Sragen Ini Puasa Ternak Tujuh Tahun

Kasus Antraks Buat Warga Sragen Ini Puasa Ternak Tujuh Tahun

131
BAGIKAN
TITIK ANTRAKS- Wagiman (55) warga Dukuh Tegalsari, Ketro, Tanon yang
semua sapinya pernah terserang antraks saat menunjukkan titik tanah
yang dicor oleh BB Vet Wates Yogyakarta sebagai penanda menjadi daerah indeks kasus.

Kabar wabah penyakit antraks yang terjadi di Kulonprogo, belakangan ini, rupanya juga memberi dampak psikologis bagi warga Sragen. Terutama peternak di Dukuh Pilangsari, Desa Ketro, Tanon.

Ya, mencuatnya kasus antraks itu seolah membuka luka lama bagi peternak sapi dan kambing di dukuh yang selama ini banyak menggantungkan hidup dari beternak tersebut.

Bahkan tragedi antraks yang membunuh puluhan ekor sapi dan kambing di dukuh itu pada 2010 silam hingga kini masih membekas di benak warga.

Sampai-sampai Wagiman (55), salah satu peternak yang sapinya mati lantas dikonsumsi warga dan mengakibatkan puluhan warga terserang antraks, hingga kini masih trauma.

“Waktu itu saya baru beli dua sapi dari salah satu dagang di Desa Bonagung, Tanon. Dua ekor harganya sekitar Rp 23 juta. Sampai di rumah, jarak dua hari sudah nggak mau makan. Kemudian tiba-tiba dua-duanya kejang-kejang dan nggak ada beberapa menit langsung mati,” paparnya ditemui Joglosemar, Minggu (29/1/2017).

Karena tidak tahu, satu ekor sapi yang mati itu kemudian disembelih. Kemudian dijual murah dan dibagi-bagi ke warga. Seingatnya, kala itu, daging satu ekor sapinya itu rata menyebar ke tiga dukuh dan hanya mendapat uang Rp 600.000.

Awalnya semua biasa saja, namun jarak sehari berselang, warga yang mengonsumsi langsung mengeluh gatal-gatal dan muncul luka bulat berair kemerah-merahan.

Bahkan, warga yang menyembelih, dan sempat membopong daging, hampir sekujur tubuhnya dipenuhi luka yang setelah dicek ternyata antraks tersebut.

Atas kejadian itu, sejak 2010 itu hingga kini Wagiman mengaku masih merasa bersalah. Bahkan saking traumanya, ia terpaksa memilih puasa beternak meski hati kecilnya sebenarnya ingin lagi.