JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Klaim Jasa Raharja 2016 di Sukoharjo Meningkat

    Klaim Jasa Raharja 2016 di Sukoharjo Meningkat

    40
    BAGIKAN
    1201-jasa-raharja
    Joglosemar | Dynda Wahyu Wardhani
    KLAIM MENINGKAT—Petugas Jasa Raharja Sukoharjo sedang memberikan penjelasan terkait pengajuan klaim biaya santunan, Rabu (11/1/2017).

    SUKOHARJO—Jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Hal tersebut turut mempengaruhi jumlah pembayaran klaim yang dilakukan Jasa Raharja Sukoharjo yang juga meningkat.

    Jasa Raharja Sukoharjo mencatat total pembayaran klaim untuk santunan meninggal dunia maupun luka-luka di tahun 2016 senilai Rp 28.029.425.485. Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2015 yang hanya Rp 23.659.060.072.

    “Setiap tahun selalu ada kenaikan jumlah santunan karena korban terus bertambah. Selain itu juga karena ada korban yang masih dalam perawatan di tahun sebelumnya dan ditanggungkan ke tahun berikutnya,” ujar Kepala Perwakilan Jasa Raharja Sukoharjo, Mohammad Erwin Setya Negara saat jumpa pers, Rabu (11/1/2017).

    Erwin mengungkapkan, jumlah santunan meninggal dunia lebih diprioritaskan oleh manajemen Jasa Raharja. Bahkan dengan PRIME Service, setidaknya kurang dari dua hari santunan sudah bisa diberikan oleh Jasa Raharja. “Dalam setahun ini kami mencatat untuk ahli waris dari korban yang meninggal sudah mendapatkan santunan kurang dari dua hari,” imbuhnya.

    Erwin menjelaskan, dalam pengajuan klaim, masyarakat atau korban kecelakaan diharapkan mendapatkan penanganan dari pihak Korlantas setempat yang akan membuat laporan resmi terkait pengaduan kecelakaan. Laporan tersebut yang kemudian akan ditindaklanjuti Jasa Raharja.

    Namun Erwin mengingatkan, hanya kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan atau lebih yang bisa mendapat santunan Jasa Raharja. Dengan kata lain, untuk kecelakaan tunggal tak dapat mengajukan klaim Jasa Raharja.

    “Kecuali ada kebijakan dari perusahaan yang akhirnya memberikan santunan kepada korban kecelakaan tunggal tersebut. Selain itu yang tidak bisa kami jamin antara lain aksi tindak kriminalitas dan kecelakaan ketika lomba. Hal itu sudah sesuai undang-undang yang berlaku,” lanjutnya. Dynda Wahyu Wardhani