JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Kontes Adu Ayam di WGM Bikin Disparpora Tuai Kritik

Kontes Adu Ayam di WGM Bikin Disparpora Tuai Kritik

105
BAGIKAN

 

Joglosemar | Aris Arianto DIPROTES—Poster kontes ketangkasan ayam yang menyebar di media sosial. Foto diambil Jumat (13/1/2017).
Joglosemar | Aris Arianto
DIPROTES—Poster kontes ketangkasan ayam yang menyebar di media sosial. Foto diambil Jumat (13/1/2017).

WONOGIRI—Kontes adu ketangkasan ayam yang rencananya digelar pada 22 Januari 2017 mendatang di obyek wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri menuai protes. Pasalnya, ajang tersebut dianggap melegalkan praktik perjudian. Dinas terkait menampik terlibat langsung dalam even sabung ayam tersebut. Sementara Ketua DPRD Wonogiri meminta kontes tersebut dibatalkan.

“Walaupun  tulisan di poster itu menyebut kontes ketangkasan ayam tersebut non judi, tetap saja berbau perjudian. Adu ayam itu selama ini sudah identik dengan perjudian,” jelas warga Wonogiri, Wisnu, Jumat (13/1/2017), yang mengetahui poster kegiatan tersebut sudah menyebar di media sosial.

Wisnu menuding Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Wonogiri tidak jeli dalam memberikan izin untuk penyelenggaraan event tersebut. Bahkan, seperti ada kesan melegalkan praktik perjudian.

Sementara, Sekretaris Disparpora Wonogiri Fredy Sasono menampik kabar tersebut. Terkait event ketangkasan ayam yang diagendakan tersebut, pihaknya mengaku sama sekali tidak terlibat dan hanya diminta menyiapkan tempat untuk berlangsungnya event.

Fredy menyebut, event tersebut digagas komunitas pecinta ayam aduan di Sukoharjo. Pada prinsipnya, dinas membolehkan, yang penting memperoleh income (PAD) dari event itu.

“Asal ada izin dari kepolisian silakan saja dipakai untuk event. Kan itu juga dapat memajukan sektor pariwisata. Nah, kalau clear kami dimintai mempersiapkan tenda dan sebagainya oke saja,” tandas Fredi.

Salah satu panitia, Prapto, mengatakan perizinan keamanan masih dalam tahap pengajuan ke kepolisian. Jika event ini memperoleh izin, rencananya akan melombakan dua kategori, yakni keindahan ayam serta ketangkasan ayam. Dalam kategori ketangkasan, sisi keamanan ayam terjaga. Saat turun di arena, taji dan paruh ayam akan dibungkus pengaman.

“Dengan kontes ini akan membuat panik para botoh ayam. Karena ketika para peternak ayam di Wonogiri ikut kontes, otomatis botoh sabung ayam tidak akan punya lawan,” kata dia.

Dia berujar, event serupa sudah sukses di wilayah Jawa Tengah oleh komunitas yang sama. Konon, event ini akan digelar sebulan sekali dengan lokasi berbeda. “Yang sudah pernah sukses itu di Purwodadi, Semarang dan Kendal,” ujar dia.

Batal

Terpisah, Ketua DPRD Wonogiri Setyo Sukarno meminta agar acara tersebut dibatalkan. Menurutnya, kontes ketangkasan ayam akan membawa imbas besar di masyarakat. Para botoh ayam akan kembali marak, dengan demikian praktik perjudian sabung ayam akan mewabah.

“Tidak difasilitasi saja kegiatan semacam ini (judi sabung ayam) sudah banyak muncul, apa jadinya kalau difasilitasi. Kan image pemkab ini seolah-olah melegalkan praktik perjudian,” tegas Setyo.

Dia mengimbau dinas lebih bijaksana dalam memberikan perizinan terhadap pihak yang akan menggelar event di WGM. Selama ini WGM diharuskan menyetor pendapatan asli daerah (PAD), namun tetap tidak serta merta mengejar profit dengan menimbulkan dampak negatif.

Aris Arianto