JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Korban Longsor Tambang di Klaten Terus Meningkat

Korban Longsor Tambang di Klaten Terus Meningkat

169
BAGIKAN
190117-dani-foto klaten-rakor
Joglosemar | Dani Prima
RAKOR—Polres Klaten menggelar rakor bersama jajaran Pemkab Klaten terkait kecelakaan kerja penambangan pasir di ruang rapat lantai dua Mapolres Klaten, Rabu (18/1/2017).

KLATEN—Jajaran Polres Klaten dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menggelar Rapat Kordinasi (Rakor) di Mapolres setempat, Rabu (18/1/2017). Rakor tersebut membahas tentang penanganan kejadian kecelakaan kerja di lokasi tambang pasir di Klaten.

Kepala Bagian Opersional (Kabag Ops) Polres Klaten, Kompol Prayudha Widiatmoko mengatakan, jumlah penambang pasir tradisional atau manual yang tewas saat menambang pasir, setiap tahunnya terus bertambah.

“Pada tahun 2015 ada lima penambang yang tewas. Sedangkan tahun 2016 lalu ada sekitar enam yang tewas. Ini belum dihitung para penambang yang mengalami luka ringan ataupun berat yang sering kali tidak dilaporkan kepada polisi,” tuturnya, Rabu (18/1/2017).

Kompol Prayudha melanjutkan, berbicara soal penambang pasir manual di Klaten itu, berbicara masalah perut dan rakyat. “Kita tidak hanya mengedepankan penegakan hukum saja. Tetapi  bagaimana upaya penenggakkan hukum itu menjadi alternatif terakhir bagi masyarakat,”katanya.

Oleh karena itu,perlu kordinasi dengan Pemkab Klaten dan Muspika agar nantinya bisa melahirkan solusi bagi para penambang pasir ini. “Dalam rakor ini, kita mendorong pemerintah daerah untuk menggalakkan sektor-sektor yang bisa memberdayakan para penambang pasir tanpa ijin ini untuk beralih profesi ke sektor lain, semisal pertanian, perikanan atau pariwisata,” jelasnya.

Sementara itu Camat Kemalang Pri Harsanto mengatakan, di Kecamatan Kemalang sendiri ada sekitar 4.000 penambang manual yang tidak hanya berasal dari Klaten, namun berasal dari luar Klaten. Dalam kesempatan ini dia mengusulkan dua solusi untuk meminimalkan korban tewas saat menambang pasir.

Pertama  membuat regulasi atau payung hukumnya sampai izin penambangan rakyatnya. Kedua dibuatkan solusi pekerjaan alternatif, karena para penambang ini juga warga yang butuh makan. Dani Prima