JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Kuota Haji Bertambah, Antrean di Klaten Masih 23 Tahun

Kuota Haji Bertambah, Antrean di Klaten Masih 23 Tahun

442
BAGIKAN
Joglosemar | Dok KLOTER PERTAMA- Calon jamaah Haji kloter pertama dari Kabupaten Tegal saat tiba di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Senin (8/8). Sebanyak 360 calon jamaah haji kloter pertama mulai tiba di Asrama Haji Donohudan rencananya akan diberangkatkan Selasa (9/8) pukul 16:30 WIB.
Joglosemar | Dok
KLOTER PERTAMA- Calon jamaah Haji kloter pertama dari Kabupaten Tegal saat tiba di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Senin (8/8). Sebanyak 360 calon jamaah haji kloter pertama mulai tiba di Asrama Haji Donohudan rencananya akan diberangkatkan Selasa (9/8) pukul 16:30 WIB.

KLATEN—Penambahan kuota haji sebanyak 221.000 tidak mempengaruhi panjangnya daftar tunggu jamaah calon haji di Klaten.

Calon jamaah haji yang mendaftar Januari ini baru akan diberangkatkan tahun 2039 atau masih menunggu sekitar 23 tahun.

Lamanya waktu tunggu tersebut tidak lepas karena jumlah kuota haji yang didapatkan Pemkab Klaten juga terbatas.

Kepala Seksi Haji dan Umroh Kementrian Agama (Kemenag) Klaten, Waznan Fauzi mengatakan, untuk tahun 2017 ini, Klaten dijadwalkan memberangkatkan 864 jamaah calon haji.

Belum ada kuota tambahan seperti yang disampaikan oleh pemerintah pusat.

“Sampai saat ini kuota haji di Klaten sama dengan tahun lalu. Untuk tambahan kuota seperti yang disampaikan presiden. Kita masih menunggu edaran dari pemerintah pusat. Apabila tambahan tersebut besarnya 10 persen jumlah sudah 80 orang lebih. Maka total yang diberangkatkan bisa mendekati angka seribu orang,” jelasnya, saat acara Pembukaan Manasik Haji angkatan 14 tahun 2017 di gedung pertemuan Al Ikhlas Kemenag Klaten, Senin (16/1/2017).

Waznan menambahkan, sampai Januari ini, pendaftar termuda berusai 12 tahun untuk yang tertua berumur 75 tahun. Sedangkan jumlah warga Klaten yang mendaftar sudah mencapai sekitar 17.000 orang.

“Warga Klaten bila ingin berangkat haji segera melakukan pendaftaran. Saat ini pendaftaran kalau ada pendamping harus dari anak kandung atau cucu termasuk suami atau istri, menantu tidak diperbolehkan,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Bupati Klaten Sri Mulyani yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, untuk menunjang kelancaran pelaksanaan ibadah haji hal yang penting dipersiapkan selain kemampuan fisik dan finansial adalah ilmu pengetahuan tentang haji.

“Tidak kalah penting yang harus dipahami adalah sekembalinya dari melaksanakan tugas di tanah suci harus dapat menjaga dan menghayati Arti dan makna haji itu sendiri,” tuturnya.

Dani Prima