JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Pendidikan Kuota Mahasiswa Baru UNS Capai 6.291 Orang

Kuota Mahasiswa Baru UNS Capai 6.291 Orang

194
BAGIKAN
Universitas Sebelas Maret Surakarta
Universitas Sebelas Maret Surakarta

SOLO – Kuota atau daya tampung mahasiswa baru di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) untuk tahun akademik 2017/2018 untuk jenjang Sarjana (SI) sebesar 6.291 mahasiswa.

Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu yang hanya menampung 6.116 mahasiswa baru.

Demikian disampaikan Rektor UNS yang juga sebagai Ketua Panitia Pusat SNMPTN – SBMPTN 2017, Ravik Karsidi.

Ravik menjelaskan, meningkatnya daya tampung untuk mahasiswa baru tahun akademik 2017/2018 lantaran ada tambahan dua Program Studi (Prodi) baru yaitu Pendidikan IPA pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Statistika pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

“Tambahnya tidak banyak dari tahun lalu. Kuota mahasiswa tersebut tersebar pada 65 Prodi yang dimiliki UNS,” kata Ravik, Senin (16/1/2017).

Lanjut Ravik, seleksi untuk jenjang sarjana (S1) melalui tiga jalur yang sudah ditetapkan secara nasional, yaitu melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Seleksi Mandiri (SM).

“Tahun ini UNS menetapkan SNMPTN dengan persentase 30 persen, SBMPTN 50 persen dan SM-UNS sebanyak 20 persen,” jelas Ravik.

Kriteria seleksi SNMPTN didasarkan pada penelusuran prestasi dan portofolio akademik, sedangkan SBMPTN didasarkan pada ujian tertulis atau kombinasi ujian tertulis dan ujian keterampilan.

Tahun ini ujian SBMPTN akan kembali dilaksanakan dengan menggunakan metode Paper Based Test (PBT) dan Computer Based Test (CBT).

Khusus untuk SNMPTN akan dimulai dengan pengisian dan verifikasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) oleh sekolah.

“Sesuai ketentuan panitia nasional, masing-masing sekolah dibatasi jumlah pendaftarnya. Sekolah dengan akreditasi A boleh mendaftarkan 50 persen siswa terbaiknya, akreditasi B sebanyak 30 persen, akreditasi C sebanyak 10 persen dan akreditasi lainnya sebesar 5 persen,” kata Ravik.

Dwi Hastuti