JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen MANUSIA KAYU SRAGEN: Ini Misteri Yang Membuat Tubuh Sulami Seperti Kayu

MANUSIA KAYU SRAGEN: Ini Misteri Yang Membuat Tubuh Sulami Seperti Kayu

2408
BAGIKAN
HASIL RONTGEN- Dokter spesialis Radiologi RSUD Dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Prasetyo Budi Dewanto saat menyampaikan paparan hasil pemeriksaan radiologi Sulami (36), gadis “manusia kayu” asal Kedawung, Selasa (24/1/2017). Joglosemar/Wardoyo
HASIL RONTGEN- Dokter spesialis Radiologi RSUD Dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Prasetyo Budi Dewanto saat menyampaikan paparan hasil pemeriksaan radiologi Sulami (36), gadis “manusia kayu” asal Kedawung, Selasa (24/1/2017). Joglosemar/Wardoyo

 

SRAGEN- Tim Komite Medis RSUD Dr Soehadi Prijonegoro Sragen akhirnya memutuskan untuk merujuk Sulami (36), gadis berjuluk “manusia kayu” ke RS Ortopedi Prof Dr Soeharso Solo. Keputusan itu diambil setelah hasil pemeriksaan yang dilakukan Selasa (24/1/2017) menyimpulkan kondisi seluruh tulang dan sendi gadis asal Dukuh Selorejo RT 31/11, Mojokerto, Kedawung itu diketahui sudah menyatu dan mengeras.

Keputusan merujuk itu juga sebagai alternatif terakhir lantaran penyakit peradangan tulang dan sendi yang dialaminya sudah parah. Bahkan, hasil pemeriksaan Tim Medis RSUD Dr Soehadi Prijonegoro Sragen, kemarin menemukan adanya pertumbuhan tulang baru dan penyatuan tulang di sekujur tubuh Sulami yang sangat kuat hingga membuatnya kesulitan untuk bergerak.

“Ada pertumbuhan tulang dari leher, dada dan tulang ekor membentuk satu fusi. Gambaran medisnya mengalami bamboo spine seperti bambu atau papan. Tulang sendi pun sudah membentuk tulang baru. Tulang kaki sudah membentuk ikatan yang sangat kuat sehingga sulit digerakkan,” papar Prasetyo Budi Dewanto, Dokter Spesialis Radiologi menjelaskan hasil pemeriksaan kemarin.

Menurutnya kondisi penyatuan tulang dan sendi itu memang menyulitkan penanganan secara medis. Jika harus dilakukan operasi bedah tulang, maka itu akan membutuhkan penanganan intensif karena harus dilakukan operasi satu per satu dari semua sendi.

Senada, dr Budi yang menangani rekam medik, memaparkan dari hasil pemeriksaan ada beberapa masalah yang ditemukan pada pasien Sulami.

Hasil analisa spesialis syaraf, dr Ani juga tak jauh berbeda. Begitu pula hasil rekam medik menunjukkan ada kekakuan sendi secara total mulai dari leher, ekstrimitas atas hingga bawah tanpa ada gerak sama sekali alias nol derajat.

Hanya pergelangan tangan dan kaki yang masih ada gerak namun sangat kecil. Kemudian, pengembangan tulang dada juga tak bisa maksimal karena sudah mengalami pengapuran sehingga berdampak pada gangguan bernafas.

“Pasien juga tidak bisa membuka mulut. Hanya kurang dari dua sentimeter. Untuk saat ini program yang paling mungkin adalah fisioterapi. Kalau memungkinkan bedah ortopedi tapi tergantung dokternya nanti bisa atau tidak,” paparnya. Wardoyo