JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen MANUSIA KAYU SRAGEN: Saat Diperiksa, Wajah Sulami Mendadak Bikin Takjub..

MANUSIA KAYU SRAGEN: Saat Diperiksa, Wajah Sulami Mendadak Bikin Takjub..

8559
BAGIKAN

 

BERI MOTIVASI- Sejumlah dokter dan kerabat serta pengunjung RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen saat memberikan semangat dan melihat dari dekat Sulami (36), gadis “manusia kayu” asal Kedawung, saat diperiksa tim Medis RSUD Sragen, Selasa (24/1/2017). Joglosemar/Wardoyo
BERI MOTIVASI- Sejumlah dokter dan kerabat serta pengunjung RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen saat memberikan semangat dan melihat dari dekat Sulami (36), gadis “manusia kayu” asal Kedawung, saat diperiksa tim Medis RSUD Sragen, Selasa (24/1/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN- Suasana ruang tunggu Kamar Radiologi RSUD Dr Soehadi Prijonegoro Sragen tampak begitu ramai, Selasa (24/1/2017) pagi. Tak hanya pasien yang antre untuk memeriksakan diri, keramaian juga terlihat acapkali tim medis mendorong pasien seorang perempuan muda di atas dragbar.

Woalah mesakne tenan. Jane wajahe katon resik. Iyo wajahe resik,” gumam beberapa orang yang berada di ruang tunggu dan sempat melihat wajah pasien yang tak lain adalah Sulami (36).

Begitulah kalimat yang terdengar dari beberapa orang yang tampak penasaran untuk melihat dari dekat sosok gadis yang belakangan memantik perhatian publik dengan penyakit langka yang membuatnya dijuluki “Manusia Kayu” tersebut. Meski mengenakan jilbab, wajah Sulami memang masih terlihat cerah dan bersih sehingga masih bisa terlihat dari jarak beberapa meter.

Hal inilah yang mengundang ketakjuban hingga tak sedikit pengunjung rumah sakit yang pagi itu berdecak dan merasa iba. Ya, pagi kemarin gadis malang asal Dukuh Selorejo RT 31/11, Mojokerto, Kedawung itu kembali menjalani pemeriksaan medis di RSUD milik Pemkab Sragen itu.

Selesai menjalani pemeriksaan radiologi dan rontgen, tim medis juga melakukan penanganan penunjang untuk mengetahui langkah yang masih bisa dilakukan terhadapnya. Selesai pemeriksaan, sekitar pukul 12.00 WIB, Sulami kemudian dibawa ke ruangan Komite Medis.

Tak hanya pengunjung, sejumlah dokter juga mengaku trenyuh melihat kondisi Sulami yang nyaris tak bisa bergerak itu. Meski demikian, Sulami sendiri mengaku sangat senang setelah mendengar akan ada upaya dari medis untuk memperjuangkan pengobatannya.

“Ya senang Mas. Pinginnya juga masih bisa sembuh,” katanya sembari menatap ke atas karena lehernya memang tak bisa digerakkan. Wardoyo