JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Maret, Cara Parkir di Gendengan-Gladag Sudah Berubah

Maret, Cara Parkir di Gendengan-Gladag Sudah Berubah

57
BAGIKAN
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias PARKIR PARALEL- Petugas memarkirkan kendaraan di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Senin (23/1). Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta mengkaji rencana penerapan sistem parkir paralel di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Jika tidak ada kendala, sistem parkir paralel akan diterapkan di jalan protokol tersebut tahun ini.
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
PARKIR PARALEL- Petugas memarkirkan kendaraan di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Senin (23/1). Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta mengkaji rencana penerapan sistem parkir paralel di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Jika tidak ada kendala, sistem parkir paralel akan diterapkan di jalan protokol tersebut tahun ini.

SOLO  Mulai Maret mendatang, Pemkot Surakarta bakal menerapkan parkir paralel di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, tepatnya dari perempatan Gendengan hingga Gladag.

Kebijakan ini diambil untuk mengurangi angka kemacetan di jalan protokol tersebut.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta, M Usman kepada Joglosemar, Senin (23/1/2017).

Menurutnya, kebijakan tersebut menindaklanjuti kondisi di lapangan yang menyebutkan tingkat kemacetan di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, terutama saat memasuki akhir pekan.

Usman mengaku kebijakan ini sudah pas mengingat adanya contra flow Batik Solo Trans (BST) di Jalan Slamet Riyadi. Di mana, BST dari arah Gladag menuju Purwosari mendapatkan jalan di utara rel kereta api tengah kota.

Dengan adanya pengoperasian BST dengan sistem contra flow di Jalan Slamet Riyadi membutuhkan banyak ruang untuk kendaraan yang melintas di sana.

“Kami akan menerapkan parkir paralel satu lajur di Jalan Slamet Riyadi. Kami sudah mengajukan rencana itu ke Pak Wali (Walikota Surakarta, red). Jadi, kami masih menunggu keputusan dari Pak Wali. Tapi yang jelas, beliau sudah memberikan lampu hijau,” kata dia.

Dari hasil konsultasi tersebut, Walikota meminta Dishub merealisasikan hal itu pada akhir Februari atau awal Maret 2017. Pihaknya pun mengaku siap menjalankan instruksi dari orang nomor satu di Kota Surakarta itu.