JOGLOSEMAR.CO Opini Refleksi Ini Dia Mengapa Banyak Orang Gantung Diri

Ini Dia Mengapa Banyak Orang Gantung Diri

95
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

Dalam satu hari, dua orang warga Sragen ditemukan bunuh diri dengan cara dengan nggantung. Korban pertama laki-laki berusia 72 tahun  warga Desa Banyurip, Kecamatan Jenar. Dia ditemukan tewas gantung diri di pohon pepaya di belakang rumah anak tirinya di Desa Sumberejo, Mondokan, sekitar pukul 04.30 WIB.

Korban kedua adalah seorang laki-laki berusia 36 tahun, warga Mojomulyo RT 2/10. Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai pengusaha gas elpiji tersebut ditemukan tewas gantung diri di tiang cor-coran lantai dua rumahnya, sekitar pukul 10.00 WIB.

Diduga kuat, kedua korban tersebut terpaksa mengambil jalan pintas di tiang gantungan lantaran terdesak oleh keadaan ekonomi. Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso mengatakan, korban pertama memang hidup dalam kondisi miskin. Saat kejadian, korban ikut tinggal di rumah anak tirinya. Selain tekanan batin, tekanan ekonomi diduga kuat menjadi pemicu korban akhirnya nekat menempuh jalan pintas.

Kesaksian dari anggota keluarga korban kedua juga menguatkan dugaan tersebut. Tak heran kalau kejadian tersebut  sangat mengagetkan warga, karena salah satu korban selama ini tak menunjukkan gejala-gejala mencurigakan. Pagi hari, tetangganya melihat korban masih mengantar gas pakai mobil pikap, habis itu, istrinya menemukan suaminya tergantung di bandar kayu rumahnya. Diduga kuat, faktor desakan ekonomi dan lilitan utang menjadi pemicu korban nekat mengambil jalan pintas.

Berdasarkan catatan Joglosemar, dalam kurun kurang dari dua bulan
terakhir, tercatat sudah ada delapan warga Sragen mengakhiri hidupnya. Uniknya, rata-rata kasus bunuh diri di Sragen dilatarbelakangi kondisi ekonomi yang miskin hingga depresi akibat sakit.

Ada yang menganggap, bahwa fenomena bunuh diri (dengan cara gantung diri) merupakan bagian dari mitos. Contohnya, di daerah Gunungkidul, Provinsi DIY terkenal dengan mitos Pulung Gantung.

Menurut cerita masyarakat setempat,  pulung gantung adalah seberkas cahaya hijau kemerah-merahan yang terbang di angkasa yang dipercaya akan membawa pulung di mana cahaya tersebut turun. “Pulung” menurut istilah Jawa sebenarnya keberuntungan, namun ini berbeda karena pulung ini justru membawa petaka, sehingga disebut Pulung Gantung.