JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Pendidikan Mengenal Tarian Non Tradisi, Mahasiswa ISI Bawa Ragam Tari Afrika

Mengenal Tarian Non Tradisi, Mahasiswa ISI Bawa Ragam Tari Afrika

51
BAGIKAN
TARI AFRIKA- Sejumlah mahasiswa ISI Jurusan Seni Tari tengah mempertunjukkan tarian non tradisi dari Afrika. Foto diambil Senin (2/1). ISI Surakarta

Institust Seni Indonesia (ISI) Surakarta saat ini menjadi pusat pembelajaran kesenian-kesenian yang berasal dari banyak daerah. Seperti Jawa, Sunda, Minangkabau, Bali dan lain-lain.

Mahasiswa dapat mengenal dan mempelajari banyak tradisi, sehingga dapat menambah kemampuan berkeseniannya.

Tidak hanya tradisi nusantara, di Jurusan Tari ISI Surakarta terdapat mata kuliah non tradisi. Jurusan ini salah satunya mempelajari tari Afrika.

Bagi mahasiswa yang mengambil jurusan ini, ujian mata kuliah juga menyajikan tarian Afrika. Ini seperti yang dipertunjukkan oleh para mahasiswa semester 5 Jurusan Tari, Senin (2/1/2017) lalu di halaman parkir Teater Besar ISI Surakarta.

Ujian ini menurut Eko Supendi yang merupakan dosen mata kuliah non tradisi ujian ini menjadi salah satu pengayaan mahasiswa untuk menambah kemampuan maupun mental kepenariannya. Selain itu, juga untuk mengenal kebudayaan etnik di luar Indonesia.

Mengapa disebut ujian non tradisi, pria yang akrab dipanggil Pak Pebo menuturkan, karena non tradisi itu diartikan bukan berasal dari tradisi Indonesia, melainkan dari luar  tradisi Indonesia.

“Ujian dipresentasikan dengan dipentaskan, agar mahasiswa bersemangat ketika terdapat lebih banyak penonton. Serta menjadi ruang untuk unjuk gigi bagi mahasiswa yang jarang pentas,” terang Pebo.

Menurutnya, saat ini masih banyak mahasiswa Jurusan Tari yang jarang pentas. Sehingga melalui pementasan ujian ini diharapkan dapat menambah mental mereka pada saat menari.

Pak Pebo menjelaskan, tari Afrika identik dengan kekuatan fisik, jadi apabila mereka tidak kuat dengan irama tertentu maka mereka mencoba untuk melambatkan tempo musik sampai akhirnya tarian yang dibuat pas dengan musiknya. Di situlah terjadi proses tawar-menawar antara penari dan pemusik agar tarian lebih padu saat dipentaskan.

Dosen-dosen pengajar mata kuliah non tradisi sadar betul bahwa mahasiswa masih dalam tahap belajar, tentu akan banyak kekurangan.