JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Menteri Koperasi ke Tumang, Cepogo, Ini yang Dia Janjikan

Menteri Koperasi ke Tumang, Cepogo, Ini yang Dia Janjikan

48
BAGIKAN

2001-Foto A Boyolali-menteri koperasi
Joglosemar | Ario Bhawono

KERAJINAN TUMANG—Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menangah, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengunjungi salah satu showroom kerajinan tembaga di Tumang, Desa/Kecamatan Cepogo, Kamis (19/1).

 

BOYOLALI— Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menangah (Menkop dan UKM), Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengunjungi sentra kerajinan tembaga di Tumang, Desa/Kecamatan Cepogo, Kamis (19/1). Kunjungan ini mengawali rencana kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk lounching program Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE).

Puspayoga mengatakan ingin melihat langsung Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di Tumang. Menurutnya, program KITE di Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai ini, merupakan upaya pemerintah memfasilitasi dan mendorong IKM nasional lebih berkembang.

“Terutama fasilitas kemudahan mendapatkan bahan baku impor, sehingga diberikan insentif berupa pembebasan bea cukai serta PPN PPnBM. Insentif ini khusus untuk bahan baku impor dengan tujuan ekspor,” ungkap dia.

Program ini merupakan integrasi dari beberapa kementerian maupun lembaga terkait termasuk lembaga pembiayaan ekspor impor. IKM menurut Puspayoga, bisa memanfaatkan kemudahan ini melalui badan usaha yang seperti koperasi. Melalui badan usaha inilah yang nantinya akan memfasilitasi impor maupun perluasan ekspor.

Sementara itu Dirjen Bea Cukai, Heru Pambudi menjelaskan, KITE merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam bentuk insentif fiskal. Program insentif ini terdiri dari penghapusan bea masuk serta PPN impor, serta kemudahan prosedural agar IKM tidak kesulitan saat pengadaan bahan baku yang harus diimpor. “Dengan syarat bahan baku itu diproduksi untuk ekspor,” tegas dia.

Saat ini setidaknya sudah terdapat 32 jenis produk IKM yang diusulkan untuk mendapatkan fasilitas KITE ini, termasuk di antaranya produk IKM pengrajin tembaga di Tumang. Khusus untuk IKM di Tumang, menurut Heru untuk tahun ini saja, dari perkiraan bea cukai bahan baku yang diimpor, mencapai Rp 20 miliar, dengan KITE ini mampu menghemat hingga Rp 5 miliar cash flow.

“Untuk skala nasional masih dalam pengecekan seberapa penghematannya,” jelas dia. Dengan kemudahan ini, IKM diharapkan dapat lebih kompetitif dan berkembang dan menyerap tenaga kerja. Sehingga memunculkan multiplayer effect yang bermuara pada peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Kades Cepogo, Mawardi, menginformasikan terdapat sekitar 300 pengrajin tembaga di Tumang. Mayoritas produk IKM sasaran untuk ekspor. Selama ini diakuinya, pengrajin terkendala mahalnya bahan baku, yang sebagian harus diimpor.

“Mayoritas pesanan dari luar, seperti Eropa dan Amerika. Biasana produk lampu atau hiasan. Sedangkan untuk pangsa pasar nasional biasanya kubah untuk masjid,” imbuh dia. # Ario Bhawono