JOGLOSEMAR.CO Opini Refleksi Menularkan Kejujuran demi Mencegah Korupsi

Menularkan Kejujuran demi Mencegah Korupsi

30
BAGIKAN
JUJUR-1
Ilustrasi

        Dulu ada semacam aura pesimisme terhadap pergantian Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari era Abraham Samad kepada  Agus Rahardjo.  Sebagian orang sempat merasa khawatir, karena secara lisan   KPK era baru bakal lebih mengutamakan pencegahan ketimbang penindakan.

        Jika gelagat yang dikhawatirkan tersebut benar, maka KPK tak ubahnya hanya semacam lembaga Diklat  yang tugasnya hanya menggelar ceramah tentang anti korupsi maupun bahaya dan dampak korupsi bagi generasi muda dan bla, bla, bla. Efeknya, unsur penindakan  tersisihkan, sehingga uang negara yang dikorup tidak dapat dikembalikan kepada negara.

        Namun rupanya, KPK di bawah Agus Rahardjo masih mampu menunjukkan taringnya. Beberapa kali KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di beberapa daerah.      Namun upaya KPK tersebut masih menyisakan sedikit penilaian minor, karena dinilai lebih mengutamakan kasus-kasus kecil, ketimbang kasus besar  yang sampai sekarang masih mandeg. Seperti kasus Century, BLBI dan beberapa kasus yang lain.

Penilaian tersebut diakui oleh Agus Rahardjo, bahwa KPK memang masih memiliki PR beberapa kasus besar.  Dalam paparan evaluasi akhir tahun 2016 kemarin, Agus mengatakan jajarannya telah melakukan evaluasi secara internal untuk menginventarisasi kasus-kasus besar yang harus ditindaklanjuti.

Sempat muncul pula pandangan minor bahwa KPK tak berani menindak kasus-kasus yang melibatkan politikus dari PDIP, yang notabene sebagai partai pemerintah. Namun penilaian tersebut akhirnya terbantahkan dengan OTT yang dilakukan KPK terhadap Bupati Klaten, Sri Hartini pada akhir tahun 2016 lalu. Ini menjadi semacam pembuktian bahwa KPK tidak sebagaimana  anggapan sebagian orang, kurang netral dan lebih condong ke pemerintah. KPK mencoba menampakkan eksistensinya dan mampu bekerja profesional. OTT KPK tersebut akhirnya berujung pada pemecatan Sri Hartini dari anggota partai oleh Ketua Umum PDIP.