JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Mulai 6 Januari Sudah Diberlakukan Cara Baru Parkir di Coyudan dan Gatot...

Mulai 6 Januari Sudah Diberlakukan Cara Baru Parkir di Coyudan dan Gatot Subroto

244
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo SOSIALISASI PENATAAN PARKIR - Petugas dari Dinas Perhubungan Kota Surakarta bersama anggota Linmas memindahkan sepeda motor saat digelar sosialisasi penataan parkir kawasan Coyudan dan jalan Gatot Subroto, Jumat (6/1). Penataan parkir di dua kawasan tersebut bertujuan untuk menciptakan kelancaran arus lalu lintas.
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
SOSIALISASI PENATAAN PARKIR – Petugas dari Dinas Perhubungan Kota Surakarta bersama anggota Linmas memindahkan sepeda motor saat digelar sosialisasi penataan parkir kawasan Coyudan dan jalan Gatot Subroto, Jumat (6/1/2017).

SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta mulai memberlakukan perubahan satuan ruang parkir (SRP) menjadi pararel di kawasan Coyudan Jalan Radjiman dan Kawasan Jalan Gatot Subroto (Gatsu), Jumat (6/1/2017).

Adanya sistem baru ini membuat slot parkir di kawasan tersebut berkurang 60 persen.

Pantauan di lapangan, sejumlah petugas Dinas Perhubungan dibantu kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta petugas parkir mengarahkan mobil untuk parkir pararel.

Sementara untuk sepeda motor yang masih nekat parkir di pedestrian diminta untuk memindahkan kendaraan ke tepi jalan.

“Hari ini (kemarin,red) sudah diperlakukan parkir pararel dan sudah ada rambu. Untuk saat ini berlaku di kawasan Coyudan Jalan Radjiman dan Jalan Gatsu,” terang Kepala Bidang (Kabid) Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta, M. Usman kepada wartawa di sela-sela sosialisasi, Jumat (6/1/2017).

Usman menjelaskan adanya perubahan parkir ini membuat kapasitas parkir di kawasan ini turun hampir 60 persen. Jika dulu bisa menampung 120 unit mobil tapi sekarang hanya sekitar 44 unit mobil.

Untuk menampung sisanya, petugas mengarahkan pemilik kendaraan untuk parkir di Gedung Parkir Singosaren.

Sistem baru ini, lanjut Usman, akan disosialisasikan selama 30 hari ke depan. Setelah masa sosialisasi usai akan diberlakukan tindakan berupa penilangan dan pengembokan bagi yang nekat melanggar.

“Rambu sudah kita pasang di sekitar sini, untuk marka secepatnya akan segera di pasang,” ungkapnya.