JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Opini Mutasi PNS Jangan Lupakan Kompetensi

Mutasi PNS Jangan Lupakan Kompetensi

73
BAGIKAN
0601-makelar-jabatan
Dok
0912-edy-ps-batik-1
Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi
Dosen di FEB Universitas Muhammadiyah Surakarta

Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang terjadi di Klaten semakin menunjukkan bahwa demokrasi di era Otda justru semakin menguatkan terjadinya fenomena politik dinasti dengan mengarah kekuasaan untuk mengamankan kasus-kasus korupsi di daerah. Meski sudah banyak terjadi OTT yang melibatkan kepala daerah ternyata hal ini tidak menyurutkan nyali kepala daerah untuk meredam nafsu korupsinya, terutama untuk bisa balik modal sebagai konsekuensi dari mahar politik yang semakin mahal. Oleh karena itu, kasus OTT di Klaten menjadi pelajaran berharga bagi kepala daerah lain untuk meredam nafsu korupsi, setidaknya untuk kasus mutasi jabatan yang disinyalir menjadi dalih OTT di Klaten.

Asumsi tentang mutasi jabatan yang menjadi ladang suap dan program penyalahgunaan kekuasaan oleh kepala daerah pada dasarnya merupakan ancaman terhadap suksesi jabatan di daerah. Paling tidak, suap dalam kasus mutasi jabatan tentu mengabaikan sisi kompetensi. Padahal, mutasi jabatan yang berhasil mengacu kepada kompetensi untuk setiap pos jabatan yang ada. Artinya, suap dalam kasus mutasi jabatan merupakan sisi buruk dalam konteks profesionalisme jabatan. Realitas ini menjadi runyam ketika pos jabatan itu mengacu kepentingan untuk layanan publik.

Konsekuensi

Apa yang terjadi dengan OTT di Klaten menjadi pelajaran berharga terhadap pentingnya pemilihan kepala daerah dan juga relevansinya dengan pengisian pos-pos jabatan agar sesuai dengan kompetensi. Oleh karena itu, rekam jejak kandidat menjadi pertimbangan penting dalam proses Pilkada serentak di tahun 2017.