JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Nasib 22 Kepala Sekolah SMA/SMK Sragen Ditangan Pemprov Jateng

Nasib 22 Kepala Sekolah SMA/SMK Sragen Ditangan Pemprov Jateng

291
BAGIKAN
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias Pelajar melintas di jembatan irigasi Sungai Pepe saat menuju ke sekolah, Bolon, Colomadu, Karanganyar, Selasa (3/1).
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
Pelajar melintas di jembatan irigasi Sungai Pepe saat menuju ke sekolah, Bolon, Colomadu, Karanganyar, Selasa (3/1).

SRAGEN – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sragen menegaskan nasib 22 kepala sekolah (Kasek) SMA dan SMK sepenuhnya berada di tangan pemerintah provinsi (Pemprov).

Soal keberadaan dan mutasi mereka, daerah tidak lagi punya kewenangan untuk campur tangan.

Penegasan itu disampaikan oleh Kepala BKD Sragen, Sarwaka, Minggu (15/1/2017). Kepada Joglosemar, ia mengatakan, sejak resmi diambil alih oleh Pemprov awal Januari 2017, kewenangan pengelolaan seluruh aset maupun Sumber daya manusia (SDM) di SMA/K, sepenuhnya sudah di tangan provinsi.

Termasuk, bagaimana nasib dan posisi Kasek juga sudah menjadi kewenangan provinsi. Dengan pengambilalihan itu, Pemkab maupun Bupati tak lagi punya kewenangan untuk mengatur atau memindahkan Kasek SMA/K.

”Karena sudah diambil provinsi, daerah dan BKD tidak bisa campur tangan lagi. Kalaupun ada mutasi atau bagaimana soal nasib Kasek SMA/K, itu sepenuhnya tergantung provinsi sana,” papar Sarwaka.

Sekretaris Disdikbud Sragen, Suwardi menambahkan, di Sragen semua SMA/K negeri swasta yang diambil alih provinsi tercatat sebanyak 22 sekolah, terdiri dari 11 SMA dan 11 SMK. Jumlah gurunya 1.041 guru PNS dan 623 guru yang masih berstatus honorer.

Sementara, Kabid Pendidikan Menengah, Hadi Sutopo, mengungkapkan dengan pengambilalihan pengelolaan SMA/K ke provinsi, maka per 1 Januari 2017, status guru PNS dan Kasek di semua SMA/K, sementara akan menjadi tanggung jawab provinsi.

Perihal mutasi Kasek pun juga sudah menjadi kewenangan provinsi Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pun meminta para Kasek utamanya SMA/K yang sudah diambil alih oleh provinsi, untuk tidak perlu resah menyikapi posisinya.

Ia mengatakan, dengan sudah ditariknya SMA/K ke provinsi, ia berharap semua pengelolaan SMA/K berjalan seperti biasanya.

Para pejabat, PNS dan Kasek yang mengampu di SMA/K tidak perlu terpengaruh dengan isu yang macam-macam menjelang mutasi yang mungkin akan digulirkan kepala daerah.

“Jalan seperti biasa saja. Tidak perlu terpengaruh isu macam-macam. Pokoknya kerja yang baik. Kelola sekolah dengan jujur. Nggak perlu resah,” tandasnya.

Wardoyo