JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Oknum Polisi di Wonogiri ini Terlibat Pembalakan Liar!

Oknum Polisi di Wonogiri ini Terlibat Pembalakan Liar!

55
BAGIKAN
0901-pembalakan
Istimewa
PEMBALAKAN LIAR—Barang bukti kayu curian berikut mobil pengangkut diamankan di Mapolres Wonogiri, Minggu (8/1/2017).

WONOGIRI—Seorang oknum anggota polisi Polres Sleman terlibat praktik pembalakan liar di wilayah hukum Polres Wonogiri. Tidak sendirian, oknum polisi tersebut bekerja sama dengan empat warga sipil lainnya dalam melancarkan aksinya.

Praktik pembalakan liar itu terjadi di lokasi Petak 65 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Eromoko Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Baturetno. Tepatnya di Desa Pasekan, Kecamatan Eromoko. Jajaran Satreskrim Polres Wonogiri berhasil membekuk lima pelaku yang salah satunya merupakan oknum polisi aktif.

Kasat Reskrim Polres Wonogiri, AKP Muhammad Kariri, Minggu (8/1/2017) mengungkapkan, kejadian bermula pada Kamis (5/1/2017) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, saat pelapor Agus Supriyanto, serta dua saksi, Kusnanto dan Sukisno yang merupakan pegawai Perhutani, melaksanakan patroli di kawasan hutan wilayah setempat.

Rombongan petugas melihat sebuah mobil bak terbuka Daihatsu Grand Max warna hitam dengan nomor polisi AB 8201AU di lokasi tersebut. Mereka langsung menghadangnya, namun sang sopir berhasil melarikan diri.

Selanjutnya, petugas memeriksa muatan mobil dan mendapati kayu sono keling yang dimuat di bak belakang tidak dilengkapi surat-surat yang sah.

“Setelah memeriksa lantas petugas melapor ke Polsek Eromoko yang akhirnya dilanjutkan ke Satreskrim Polres Wonogiri,” ungkap Kasatreskrim.

Berbekal laporan tersebut, pihak kepolisian langsung bergerak cepat dan berhasil menangkap para pelaku. Sedikitnya lima orang pelaku berhasil diamankan. Masing-masing Heru Subagyo (38), yang merupakan oknum anggota Polda DI Yogyakarta yang bertugas di Polres Sleman bertindak sebagai pembeli dan pengangkut.

Selanjutnya, Sularto (35) sebagai penjual serta yang menawarkan kayu, kemudian Tukijan (33), Suyatno (65) dan Sarip (42), ketiganya bertindak sebagai penebang kayu. Keempat warga sipil itu berdomisili di Pasekan, Eromoko.

Sanksi

Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan yaitu kayu, mobil pikap, gergaji, pikulan, dan tali. “Kelima pelaku sudah kami amankan dan kami lakukan penyelidikan lebih lanjut,” jelas Kasatreskrim.

Dari hasil penyelidikan, diperoleh keterangan bahwa kayu tersebut dijual ke pembeli seharga Rp 2.250.000. Batangan kayu berjumlah 23 potong.

Seluruh pelaku akan dikenai pasal 82 ayat (1) huruf b juncto Pasal 12 huruf b Undang–undang Republik Indonesia No 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Ancaman hukuman lima tahun kurungan dan akan dikenai denda Rp 500.000.000. “Untuk pelaku polisi kami akan koordinasikan dengan Propam Polres Sleman,” sebut Kasatreskrim. Aris Arianto