JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Om Tetolet Om Dilarang di Boyolali, Ada apa?

Om Tetolet Om Dilarang di Boyolali, Ada apa?

117
BAGIKAN
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias PEMBURU TELOLET- Anak-anak tengah berburu Kelakson Telolet di Jalan Ahmad Yani, Solo, baru-baru ini.
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias

PEMBURU TELOLET- Anak-anak tengah berburu Kelakson Telolet di Jalan Ahmad Yani, Solo, baru-baru ini.

BOYOLALI—Klakson bus telolet yang sempat booming beberapa waktu lalu, secara tegas dilarang di wilayah Boyolali. Satlantas Polres Boyolali akan merazia penggunaan klakson unik ini. Kapolres Boyolali, AKBP M Agung Suyono melalui Kasatlantas AKP Marlin Supu Payu menegaskan, sesuai aturan, penggunaan klakson sudah diatur salah satunya yakni sesuai standar pabrikan.

Penggunaan klakson telolet dilarang karena suaranya dinilai terlalu keras. Dijelaskan AKP Marlin, penggunaan klakson telolet cukup berbahaya, karena kerasnya suara dapat mengagetkan pengguna jalan yang lain. Hal ini dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan lalu lintas.

Selain itu, kegandrungan masyarakat terutama anak-anak akan klakson telolet ini, menurut AKP Marlin juga dapat mengundang marabahaya. Banyaknya anak-anak yang bermain di jalan, rawan terjadinya kecelakaan fatal yang membahayakan jiwa mereka.

Karena itu, pihaknya akan segera melakukan penertiban penggunaan klakson telolet tersebut. Sasarannya, antara lain bus-bus maupun kendaraan lain seperti truk pasir yang melintas di wilayah hukum Polres Boyolali.

“Segera kami tertibkan karena berbahaya, bisa membuat kaget dan memicu kecelakaan. Selain itu juga sudah ada surat dari Korlantas terkait pelarangan klekson telolet,” ungkap AKP Marlin.

Untuk keperluan penertiban, AKP Marlin menyatakan pihaknya akan menggandeng instansi terkait seperti Dishub, yang memiliki alat pengukur volume. Nantinya, penertiban akan dilakukan terutama di Terminal Boyolali. Selain bus, jika ada kendaraan lain yang menggunakan klakson telolet seperti truk pasir, tetap akan ditertibkan.

Selain penertiban klakson telolet, Marlin mengatakan pihaknya juga akan menertibkan penggunaan rotary  pada kendaraan yang tidak semestinya. Dtegaskan Marlin, sesuai dengan ketentuan, rotary  hanya diperbolehkan untuk kendaraan khusus, seperti mobil ambulan, mobil pemadam, mobil Dishub warna kuning, mobil TNI dan polisi. Sehingga untuk mobil pribadi yang menggunakan rotary, ditegaskan Marlin dilarang. # Ario Bhawono