JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Omzet Puluhan Juta, Pedagang CFD Perlu Dizonasi

Omzet Puluhan Juta, Pedagang CFD Perlu Dizonasi

47
BAGIKAN
Joglosemar | Aris Arianto PASAR TIBAN—Suasana gelaran Car Free Day (CFD) di ruas Jalan Pemuda, Wonogiri, Minggu (18/9). Masyarakat menyayangkan gelaran CFD yang lebih seperti pasar dadakan dengan banyaknya pedagang dan kurang kegiatan seni budaya.
Dok Joglosemar

WONOGIRI—Omzet pedagang dalam setiap gelaran hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) di Wonogiri dinilai cukup tinggi. Sedangkan, kalangan pengunjung meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri melakukan zonasi pedagang untuk kerapian dan pemerataan pengunjung.

Informasi dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (DisperindagkopUMKM) Wonogiri, total omzet seluruh pedagang saat CFD rata-rata di atas Rp 50 juta. Data tersebut diperoleh dari pengumpulan blangko yang diisi setiap pedagang saat berjualan di area CFD di hari Minggu pagi.

“Blangko tersebut berisi omzet mereka selama beberapa jam berjualan di CFD,” ungkap Kepala Bidang Perdagangan DisperindagkopUMKM, Wahyu Widayati, Rabu (25/1/2017).

Dibeberkan Wahyu, pada Minggu (8/1), ada 272 pedagang di CFD dengan total omzet mencapai Rp 61,3 juta. Kemudian pada Minggu (15/1), dengan jumlah 248 pedagang mengumpulkan omzet Rp 58,4 juta. Sedangkan, pada Desember tahun lalu, rata-rata mengumpulkan total Rp 56 juta per pekan.

Jumlah pedagang, dikatakan Wahyu, memang berubah-ubah. Namun rata-rata berkisar 250-an pedagang setiap minggunya. Omzet per pedagang mulai Rp 50.000 hingga Rp 1,2 juta. Mereka berjualan makanan, minuman, pakaian, hingga aksesoris.

“Tapi ada juga pedagang yang enggan menuliskan omzet mereka. Mungkin khawatir akan digunakan sebagai data pengenaan pajak,” kata dia.

Menurut Wahyu, jumlah total omzet tersebut tergolong tinggi, mengingat bulan-bulan ini masih sering turun hujan yang mengakibatkan pengunjung agak berkurang. Dia menegaskan, saat kondisi cuaca cerah, omzet pedagang bakal melonjak.

Untuk menjaga omzet pedagang terus terjaga, pihak Pemkab, lanjut dia, berusaha membuat pengunjung merasa nyaman dan betah berjualan di CFD. Di antaranya, berkoordinasi dengan SKPD terkait untuk menambah jumlah tempat sampah.

Selain itu, pihaknya juga terus meminta saran dan masukan dari pengunjung. Beberapa masukan di antaranya meminta segera diterapkan zonanisasi. “Kami sering mendapatkan masukan waktu berbincang dengan pengunjung, banyak yang meminta zonasi. Nanti kami bicarakan dulu dengan SKPD lainnya,” tukas Wahyu dia. Aris Arianto