JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market Pameran Rumah Rakyat di Atrium Solo Paragon

Pameran Rumah Rakyat di Atrium Solo Paragon

34
BAGIKAN
Solo Paragon Hotel & Residence
Solo Paragon Hotel & Residence

SOLO – Rumah dengan harga sekitar Rp 500 jutaan mendapat atensi paling besar dari konsumen dalam pameran rumah rakyat oleh Asosiasi pengembang rumah nasional, Real Estate Indonesia (REI) Solo di Atrium Solo Paragon Lifestyle Mall. Pameran ini diselenggarakan dari 30 Desember 2016 hingga 8 Januari 2017.

Salah satu pengembang dari Grand Aliza mengaku rumah nonsubsidi dengan tipe 49 hingga 50 dengan total luas tanah 100 meter persegi sudah 100 persen terjual. Tipe tersebut dibanderol dengan harga Rp 400 juta hingga Rp 500 juta.

“Saat ini yang masih tersisa adalah rumah tipe 77,95,110,100, dan 118 dengan masing-masing luas tanahnya 100 hingga 125  meter persegi,” tutur Marketing Grand Aliza, Rere kepada Joglosemar saat ditemui di stan pameran, Sabtu (7/1/2017).

Saat ini lanjut dia, di antara 5 tipe rumah, tersebut, rumah dengan tipe 77/100 harga Rp 715 juta turut diburu pasar. “Tentu saja lokasinya strategis dan memang daerah berkembang,” tuturnya.

Rere menambahkan rumah komersil pun saat ini eksistensinya tidak kalah pudar dengan rumah yang bersubsidi.

Dia mengatakan masyarakat lebih aware memiliki rumah nonsubsidi karena fasilitas, lokasi, serta kadang kala untuk investasi.

Pengembang perumahan lainnya dari Griya Sakinah juga merasakan hal yang sama. Rumah tipe 38/115 dengan harga Rp 550 juta paling banyak diminati masyarakat.

“Saat ini rumah komersial masih cukup eksis di pasaran, untuk Griya Sakinah sendiri rumah dengan harga segitu memang diseimbangkan dengan fasilitas yang ada,” tutur Amelia staf admin Griya Sakinah Solo.

Amelia menambahkan saat ini penjualan rumah dengan harga Rp 500an juta sudah mencapai sekitar 25 persen.

Griya Sakinah saat ini sudah mengembangkan perumahan yang keempat. Fasilitas tentu saja dikhususkan untuk masyarakat muslim agar hunian dan fasilitas muslim terpenuhi.

Sementara itu, Ketua REI Komisariat Solo Raya Anthony Abadi Hendro mengatakan ketersediaan rumah komersil dengan konsep yang bagus masih tersedia.

Dengan turunnya suku bunga KPR, dan tersedianya perbankan yang melayani KPR komersial diharapkan masyarakat bisa lebih menyerap.

“Harga rumah komersil ada kenaikan mencapai 12-15 persen, sekarang lebih banyak cash bertahap daripada KPR, karena harga tinggi,” ujar Anthony.

Garudea Prabawati