JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Panen Raya, Cabai Wonogiri Dikirim Sampai Sumatra

Panen Raya, Cabai Wonogiri Dikirim Sampai Sumatra

111
BAGIKAN

 

Istimewa PANEN CABAI—Petani di Kecamatan Kismantoro memanen cabai untuk segera dikirim ke sejumlah daerah di luar Jawa. Foto diambil Selasa (10/1/2017).
Istimewa
PANEN CABAI—Petani di Kecamatan Kismantoro memanen cabai untuk segera dikirim ke sejumlah daerah di luar Jawa. Foto diambil Selasa (10/1/2017).

WONOGIRI—Di tengah melonjaknya harga cabai saat ini, kalangan petani cabai di Wonogiri, khususnya di Kecamatan Kismantoro tengah menikmati panen raya. Sayangnya, hasil panen cabai petani di wilayah ujung timur Wonogiri itu justru dijual ke luar Jawa.

Informasi dari Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri, hasil produksi cabai di Wonogiri saat ini cukup melimpah. Saking melimpahnya, angka produksi cabai kali ini mampu di pasarkan hingga ke sejumlah wilayah di luar pulau Jawa, seperti Sumatra, Riau, Padang, serta Batam.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri Safuan, menyebutkan, hingga akhir tahun 2016 lalu, luas area pertanian cabai di Wonogiri sekitar 203 hektare. Terbanyak di  wilayah Kismantoro, sekitar 50 hektare, disusul  wilayah Girimarto, Jatisrono, Eromoko, Pracimantoro,  dan Giriwoyo.

“Hasil panen (cabai) di Wonogiri rata-rata mencapai 7 sampai 9 ton per hektare,” kata Safuan ditemui di kantornya, Selasa (10/1/2017).

Menurut mantan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Wonogiri ini, harga di tingkat petani setempat cabai besar laku sekitar Rp 43.000 per kilogram. Sedangkan cabai kecil sekitar Rp 37.000 per kilogram.

Hasil panenan petani, khususnya Kismantoro, ujar dia, dikirim sampai ke luar Jawa. Paling banyak di wilayah Sumatra.  Namun demikian, untuk kebutuhan cabai lokal Wonogiri, justru masih mendatangkan pasokan dari luar.

“Meski cabai Wonogiri banyak dikirim keluar daerah, bahkan luar provinsi, namun pasaran di sini menurut para pedagang banyak mendatangkan dari luar Wonogiri,” tutur Safuan.

Ditambahkan, harga cabai di pasaran Wonogiri kini menembus angka Rp 90.000-100.000 per kilogram.

Menurut dia, cabai dari Kismantoro, biasanya langsung dibawa pedagang untuk dikirim ke luar Jawa. Kemungkinan besar sudah memiliki jaringan besar dengan pemasok cabai di wilayah Sumatra. Sedangkan untuk kebutuhan lokal masih mengandalkan suplai dari luar Wonogiri.

“Untuk kebutuhan lokal, jalurnya melalui pedagang pasar tradisional. Pedagang memperoleh dari pemasok yang mengambilnya dari luar Wonogiri,” beber Safuan.

Aris Arianto