JOGLOSEMAR.CO Sport Pasang Spanduk Sindiran, Suporter Persis Kian Resah?

Pasang Spanduk Sindiran, Suporter Persis Kian Resah?

281
BAGIKAN
Joglosemar | Maksum Nur Fauzan SINDIRAN—Spanduk yang terpasang di kawasan Stasiun Balapan Solo, menyiratkan sindiran kepada manajemen Persis Solo untuk segera bergerak mempersiapkan tim.
Joglosemar | Maksum Nur Fauzan
SINDIRAN—Spanduk yang terpasang di kawasan Stasiun Balapan Solo, menyiratkan sindiran kepada manajemen Persis Solo untuk segera bergerak mempersiapkan tim.

SOLO—Kegelisahan para pendukung sepakbola di Kota Solo tampaknya kian terasa. Hal tersebut terlihat, salah satunya dengan munculnya spanduk bertuliskan ‘Aku Menunggumu Tapi Jangan Lama-lama 1923’ yang terpasang tak jauh dari kawasan Stasiun Balapan.

Sekilas spanduk dengan tulisan dari cat semprot tersebut memang tak berkaitan dengan sepakbola. Namun jika melihat angka 1923 di sudur spanduk, tampaknya tak salah jika kemudian diasumsikan bahwa itu tertuju pada klub sepakbola Persis Solo, yang lahir di tahun 1923.

Terlebih lagi, hingga saat ini manajemen Persis masih terkesan belum melangkah guna mempersiapkan tim untuk kompetisi musim 2017 nanti. Dan spanduk yang tak jelas siapa yang memasang tersebut, sebagai ‘pesan’ agar manajemen Persis segera bergerak mempersiapkan tim.

Menanggapi munculnya spanduk tersebut, Wakil Presiden (Wapres) Pasoepati Ginda Ferachtriawan, saat dikonfirmasi Joglosemar, Rabu (4/1/2017), mengaku tak tahu menahu tentang spanduk tersebut. “Saya tidak tahu ada spanduk itu, coba nanti saya akan komunikasi dengan teman-teman Pasoepati,” jelas Ginda.

Meski demikian, Ginda menilai, kalaupun spanduk tersebut adalah dari teman-teman Pasoepati, maka tindakan tersebut sangat beralasan. Karena teman-teman Pasoepati hanya ingin menagih janji dari manajemen yang akan lebih mempersiapkan tim untuk musim 2017.

“Saya rasa tak masalah, setiap orang memiliki ambisi. Namun, ambisi itu juga harus diwujudkan. Mungkin itu yang diinginkan teman-teman, apalagi ambisi untuk lolos ke kasta tertinggi persepakbolaan Tanah Air di musim mendatang,” terangnya.

Sebelumnya, sejumlah anggota Pasoepati yang tergabung dalam Pasoepati Gate B7 juga sempat menggelar aksi damai di Tugu Kebangkitan Nasional, Senin (2/1/2017) malam.

Pertemuan

Selain itu, Ginda menyampaikan, pada Jumat (6/1/2017), akan ada pertemuan antara jajaran manajemen PT Persis Solo Saestu dengan perwakilan suporter.

“Kalau secara resmi surat undangan saya belum menerima, hanya saja saya tadi sempat bertemu dengan Pak Paulus (CEO PT Persis Solo Saestu Paulus Haryoto), untuk datang Jumat malam di Rumah Dinas Walikota Loji Gandrung,” paparnya.

Terkait agenda pertemuan tersebut, Paulus Haryoto membenarkan. Hanya saja, pihaknya masih enggan menerangkan lebih lanjut terkait hal apa saja yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut. “Iya akan ada pertemuan hari Jumat nanti, hari ini (kemarin) surat undangan mulai kami distribusikan,” ungkapnya.

Tersiar kabar, pertemuan tersebut merupakan rencana Penasehat Tim Persis Solo FX Hadi Rudyatmo yang ingin bertemu dengan manajemen dan perwakilan suporter, untuk membahas kejelasan komitmen tim berjuluk Laskar Sambernyawa dengan pihak penyandang dana PT Syahdana Properti Nusantara (SPN).

Selain itu, juga beredar kabar bahwa manajemen Persis telah menunjuk sosok pelatih untuk musim 2017. Namun sayangnya, baik dari pelatih yang dikabarkan, maupun dari manajemen Persis belum mau memberikan konfirmasi.

Raditya Erwiyanto