JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Pasar Murah di Ngarsopuro, Ratusan Kilogram Cabai Ludes dalam 50 Menit

Pasar Murah di Ngarsopuro, Ratusan Kilogram Cabai Ludes dalam 50 Menit

33
BAGIKAN
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias Ilustrasi cabai
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
Ilustrasi cabai

SOLO – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Surakarta menggelar pasar murah komoditas cabai di arena Car Free Day (CFD) depan Pasar Ngarsopuro, Minggu (15/1/2017) pagi. Hasilnya, ratusan kilogram cabai berbagai varietas ludes tak lebih dari satu jam.

Pasar murah mulai dibuka sekitar pukul 07.00 WIB. Terdapat dua lapak yang menawarkan beberapa jenis cabai dengan harga lebih terjangkau dibanding harga di pasaran.

Masing-masing, yakni cabai rawit merah dengan harga Rp 75 ribu per kilogram, cabai keriting Rp 32 ribu per kilogram, cabai merah besar Rp 20 ribu per kilogram, dan cabai rawit hijau Rp 35 ribu per kilogram.

Pembelian pun dibatasi maksimal satu kilogram untuk satu orang. Tingginya animo masyarakat pengunjung CFD yang menyerbu lapak, membuat cabai tersedia habis pukul 07.50 WIB.

Gelaran pasar murah yang diinisiasi oleh Bank Indonesia (BI) Surakarta dan unsur Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta beserta PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), Badan Urusan Logistik (Bulog) hingga distributor itu ditujukan untuk menekan tingginya harga cabai di pasaran. Pasalnya, hingga kini harga capai masih membumbung di kisaran Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu per kilogram.

Joglosemar|Maksum Nur Fauzan BIBIT LOMBOK--Warga menerima bibit lombok yang diberikan gratis oleh Dinas Pertanian Kota Surakarta pada acara Pasar Murah di Ngarsopuro, Minggu (15/1). Sejumlah 2000 bibit lombok tersebut dibagikan kepada pengunjung Car Free Day.
Joglosemar|Maksum Nur Fauzan
BIBIT LOMBOK–Warga menerima bibit lombok yang diberikan gratis oleh Dinas Pertanian Kota Surakarta pada acara Pasar Murah di Ngarsopuro, Minggu (15/1). Sejumlah 2000 bibit lombok tersebut dibagikan kepada pengunjung Car Free Day.

“Ini sebagai respon dari TPID untuk menyikapi perkembangan harga cabai yang terus meninggi. Penyebabnya, kurangnya persediaan komoditas di pasaran,” ujar Kepala Perwakilan BI Surakarta, Bandoe Widiarto.

Bandoe mengatakan, faktor lain yang menjadi penyebab tingginya harga cabai adalah cuaca ekstrem di sentra penghasil komoditas tersebut.

Untuk itu, masyarakat pun diajak untuk menanam cabai di rumah. Dalam acara tadi, ada 2000 bibit pohon cabai yang dibagikan gratis ke masyarakat.

Sementara itu, Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengapresiasi gelaran pasar murah sebagai upaya untuk meringankan beban masyarakat.

Putradi Pamungkas