JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo PDAM Sukoharjo Akan Ganti Pipa Uzur

PDAM Sukoharjo Akan Ganti Pipa Uzur

24
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SUKOHARJO—Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sukoharjo di tahun 2017 akan memprioritaskan penggantian pipa penyalur yang usianya telah lebih dari 20 tahun.

Hal tersebut untuk menekan tingginya kebocoran air yang mencapai 30 persen.

“Tingkat kebocoran air termasuk cukup tinggi dan harus segera diatasi agar tidak semakin rugi,” ungkap Direktur PDAM, Mohammad Mahfud Faozi saat ditemui seuasai dilantik, Kamis (12/1/2017).

Faozi menerangkan, tingkat kebocoran tidak hanya berasal dari pipa yang telah berumur saja, namun juga adanya pencurian air yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Maka dari itu, Faozi menegaskan juga akan mencegah peningkatan angka pencurian air.

“Penyebab nonteknis seperti adanya pencurian air juga harus diberantas. Biasanya, pencurian air dilakukan dengan cara membobol meteran,” terangnya.

Faozi memaparkan, setiap dua minggu sekali, pihaknya melakukan kegiatan pembersihan dengan membuang air yang ada di dalam jaringan pipa.

Hal itu dilakukan demi menjaga kebersihan saluran dan pengecekan sedimentasi. Namun memang dampaknya adalah air yang terbuang termasuk dalam kebocoran yang merugikan PDAM.

Selain masalah kebocoran air, target lain yakni melakukan efisiensi dengan menurunkan biaya produksi, meningkatkan kepercayaan pelanggan, serta menaikkan kontribusi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Saat ini jumlah pelanggan PDAM mencapai 24.700 sambungan di 11 kecamatan. Dari 12 kecamatan yang ada, hanya Kecamatan Weru yang belum terjangkau oleh jaringan air milik PDAM.

Saat ini, ujarnya, sumber air utama PDAM Sukoharjo adalah air permukaan dari Sungai Bengawan Solo  yakni sebesar 90 persen.

Sedangkan sisanya berasal dari sumur dalam. Ke depan, sumber air dari sumur dalam akan dikurangi dan dialihkan ke air permukaan.

Dynda Wahyu Wardhani