JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Pelajar Dilarang Bawa HP ke Selolah

Pelajar Dilarang Bawa HP ke Selolah

46
BAGIKAN

 

BOYOLALI—Polisi melarang penggunaan hand phone (HP) bagi pelajar. Larangan penggunaan ini diberlakukan menyusul banyaknya kasus kriminalitas yang melibatkan siswa akibat dampak penggunaan Hand Phone  secara masif.

Hal itu disampaikan Petugas Bimbingan Masyarakat (Binmas) Polres  Boyolali, AKP Tri Hartini, saat memberikan penyuluhan  SMP Negeri 1 Teras, Senin, (23/1/2017) lalu. Menurut AKP Tri Hartini, kasus–kasus kriminalitas maupun  korban kekerasan seksual yang melibatkan anak sekolah di sejumlah daerah ini sangat memprihatinkan.

Kasus ini sangat dipengaruhi penggunaan gadget yang berlebihan dan cenderung membuat siswa lupa akan kewajibannya untuk belajar . “Jangan sampai gara-gara gadget, para siswa menjadi korban hubungan seks bebas, serta korban pemerkosaan,” tegas Tri   Hartini.

Untuk itu, pihaknya meminta kepala sekolah dan guru untuk melarang siswanya membawa HP saat proses belajar mengajar di sekolah. Pihaknya juga berharap orangtua siswa juga turut memantau dan dan mengawasi anaknya ketika menggunakan HP. Dengan harapan proses belajar anak di rumah tidak terganggu.

Cara yang tidak kalah pentingnya untuk membentuk perilaku anak, lanjut Tri Hartini dengan kegiatan ektrakulikuler di lingkungan sekolah. Seperti membentuk ikatan pelajar masjid,  serta menggiatkan kembali patroli keamanan sekolah yang  saat ini  sudah tidak berjalan. “Padahal patrol keamanan sekolah sangat penting sekali dalam membantu keamanan di lingkungan sekolah,’ imbuhnya.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan  Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Boyolali,  Dra Dasih Wiryastuti menambahkan, orangtua jangan bangga jika anaknya sudah bisa pegang gadget kalau belum pada waktunya. Kondisi ini bisa mengakibatkan anak menjadi kurang baik dan kurang terarah.

Pihaknya tidak melarang orang tua untuk memfasilitasi anaknya berupa  gadget selama diberikan kalau sudah pada waktunya. “Jangan sampai anak yang masih duduk di bangku kelas I SD , dan SMP diberi fasilitas HP  dan dengan bebas menggunakannya. Bukan tidak mungkin  kekerasan seksual yang menimpa anak itu  terjadi karena bujuk rayu melalui media Sosial HP serta tayangan yang tidak pantas untuk usia anak,” tandasnya. # Ario Bhawono