JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Pelayanan Masyarakat Memprihatinkan, DPRD Sragen Peringatkan Kades Sepat

Pelayanan Masyarakat Memprihatinkan, DPRD Sragen Peringatkan Kades Sepat

1098
BAGIKAN
SUDAH LENGANG- Sejumlah anggota Komisi I DPRD Sragen terpaksa dibuat menunggu kehadiran Kades dan perangkat desa Sepat, yang meninggalkan balai desa dalam kondisi lengang padahal masih pukul 11.00 WIB, saat di sidak Senin (9/1/2017). Foto : Wardoyo
SUDAH LENGANG- Sejumlah anggota Komisi I DPRD Sragen terpaksa dibuat
menunggu kehadiran Kades dan perangkat desa Sepat, yang meninggalkan
balai desa dalam kondisi lengang padahal masih pukul 11.00 WIB, saat
di sidak Senin (9/1/2017). Foto : Wardoyo

SRAGEN – Komisi I DPRD Sragen memperingatkan Kades dan Perangkat Desa di Desa Sepat, Kecamatan Masaran untuk lebih tertib dalam menjalankan administrasi dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas pelayanan.

Teguran itu disampaikan usai Komisi yang membidangi pemerintahan dan aparatur itu mendapati fakta memprihatinkan saat menggelar inspeksi mendadak (Sidak) pelayanan di desa tersebut, Senin (9/1/2017).

Tim Komisi I di antaranya Aris Surawan, Muslim, Hagung Susilo Bayu, Joko Setiawan, dan Sugimin itu memang dibuat kesal saat mendapati balai desa sudah lengang padahal masih pukul 11.00 WIB.

Saat di balai desa yang dipimpin Kades Sahida, Kades dan sejumlah perangkat desa tidak berada di kantor. Dan hanya ada satu perangkat yang berjaga. Walhasil, tim terpaksa dibuat menunggu kehadiran Kades.

Anggota Komisi I dari PKB, Muslim menyampaikan, setelah dikontak, Kades dan sejumlah perangkat baru hadir di kantor. Perihal kondisi kantor balai desa yang sudah sepi sepagi itu, Kades beralibi perangkatnya sebagian memang kosong seperti Sekdes yang sudah purna tugas.

“Tadi kita beri saran agar administrasi dan bantuan baik dari Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dijalankan sesuai aturan dan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) juga dibuat tertib,” tegasnya kepada Joglosemar.

Desa-desa yang lain, lanjut Muslim, juga diminta tertib administrasi karena di Sepat ada BKK yang sampai tidak bisa cair karena proposalnya terlambat diajukan.

Anggota Komisi I lainnya, Sugimin menyayangkan kedisiplinan Kades dan Perdes lantaran saat tim tiba, hanya ada satu perangkat saja yang standby.