JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Pembebasan Lahan Tol Solo-Semarang Capai 98,3 Persen

Pembebasan Lahan Tol Solo-Semarang Capai 98,3 Persen

374
BAGIKAN
Joglosemar | Ario Bhawono LAHAN PTOYEK—Salah satu lokasi lahan di Desa Methuk, Kecamatan Mojosongo yang siap dibangun Jalan Tol Solo-Semarang. Foto diambil, Selasa (17/1).
Joglosemar | Ario Bhawono
LAHAN PTOYEK—Salah satu lokasi lahan di Desa Methuk, Kecamatan Mojosongo yang siap dibangun Jalan Tol Solo-Semarang. Foto diambil, Selasa (17/1).

BOYOLALI—Proses pembebasan lahan untuk mega proyek Jalan Tol Semarang-Solo dan Solo-Kertosono  hampir selesai.

Menurut panitia pengadaan tanah yang juga Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Boyolali, Wartomo, total lahan yang sudah dibebaskan sudah mencapai 98,3 persen.

Untuk pembebasan tanah proyek tol Solo-Kertosono, kata dia, mencakup 2.160 bidang dengan luas total 116 hektare. Saat ini menurut dia, realisasi pembebasan sudah mencapai 2.145 bidang.

“Sisanya, yang belum selesai adalah tanah kas dan wakaf, saat ini sudah proses lebih lanjut,” ungkap dia, Selasa (17/1/2017).

Sedangkan pembebasan tanah untuk proyek tol Semarang- Solo, mencakup 1.753 bidang dengan luas total mencapai 127 hektare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.733 bidang tanah sudah berhasil dibebaskan.

Diakui Wartomo, masih ada sebagian pemilik tanah yang belum sepakat dengan nilai ganti rugi. Namun kendala ini diatasi pemerintah melalui PPK Lahan Tol, dengan menetapkan sistem konsinyasi atau uang ganti rugi dititipkan di pengadilan setempat.

Terkait proyek pembangunan jalan tol, baik Solo-Kertosono dan Solo-Semarang, Boyolali menempati posisi yang cukup unik. Mengingat, Desa Denggungan, Kecamatan Banyudono menjadi titik temu kedua jalan bebas hambatan itu.

Untuk tol Solo-Kertosono, melintasi wilayah Kecamatan Ngemplak dan Banyudono. Sedangkan tol Solo-Semarang melintasi wilayah Kecamatan Banyudono, Teras, Mojosongo, Boyolali Kota dan Ampel.

Menyusul hampir selesainya proses pembebasan tanah untuk proyek tol, menurut Wartomo pihaknya saat ini juga tengah disibukkan dengan proses penerbitan sertifikat baru hasil pemecahan tanah sisa yang dibebaskan untuk proyek tol.

Sebelumnya, Staff PPK Lahan Tol, Omaruzzaman, mengungkapkan ada 68 bidang tanah yang dikonsinyasikan. Dari 68 lahan yang dikonsinyasikan itu, paling banyak berada di Desa Kiringan, Kecamatan Boyolali Kota.

Dijelaskannya, proses konsinyasi dilakukan sesuai dengan tahapan pembebasan tanah untuk pembangunan bagi kepentingan umum.

Langkah tersebut dilakukan sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 148 Tahun 2015 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 71 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

Ario Bhawono