JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Penampung Calon TKI Ilegal di Karanganyar Dikenal Tertutup

Penampung Calon TKI Ilegal di Karanganyar Dikenal Tertutup

32
BAGIKAN
Deputi bidang penempatan BNP2TKI Jakarta Agus Din Subiantoro, saat menggerebek salah satu penampungan Calon TKI Ilegal di Desa Gerdu, Blora, Karangpandan, Karanganyar, Kamis (12/1) malam.  foto : Rudi Hartono
Deputi bidang penempatan BNP2TKI Jakarta Agus Din Subiantoro, saat menggerebek salah satu penampungan Calon TKI Ilegal di Desa Gerdu, Blora, Karangpandan, Karanganyar, Kamis (12/1) malam. foto : Rudi Hartono

KARANGANYAR – Hermawan alias Alan (54) warga Gerdubloro, RT 01, RW XI, Karangpandan, Karanganyar, yang diduga menjadi penyalur Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) ilegal dikenal oleh warga sebagai sosok pribadi yang tertutup.

Hal tersebut diungkapkan salah satu warga Marsono (45) yang tinggal di dekat rumah Alan.

Menurut pria yang setiap harinya membuka les untuk kursus menjahit tersebut, jika dirinya terkejut setelah aparat dari kepolisian, Jumat (13/1/2017) pagi datang ke rumah Hermawan,  untuk melakukan penyelidikan.

“Saya di sini sudah ada satu tahun mas, dulunya itu di timur, kemudian menyewa kios di dekat rumah pak Alan, saya baru tahu setelah ada berita kemarin,kalau pak Alan adalah penyalur TKI,”  ucap Marsono.

Dalam minggu terakhir ini, lebih lanjut diungkapkan Marsono, memang ia sempat melihat sejumlah perempuan keluar masuk untuk berbelanja.

Namun ia tidak curiga dengan kegiatan yang ada di dalam rumah milik Alan. Lantaran kondisi rumah tertutup rapat dan jarang sekali ada warga yang masuk ke dalam rumah tersebut.

“Jarang ada yang masuk mas, beberapa hari memang sempat ada yang ngantar barang,tapi itu di depan dan tidak masuk . Pernah ada yang keluar untuk beli duren, tapi nggak tahu,tiba-tiba diteriaki untuk ke dalam lagi,” ucapnya.

Sementara itu, informasi yang diperoleh Joglosemar hingga Minggu (15/1/2017) sore, kediaman Hermawan masih dijaga oleh sejumlah aparat dari kepolisian setempat. Sedangkan untuk proses penyelidikan bakal dilakukan dari Polda Jateng pada Senin (16/1/2017) hari ini.

Kepala Balai Pengawasan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI), Jateng, Abe Rahman, mengungkapkan, bahwa proses untuk tindak lanjut perkara tersebut saat ini masih dilakukan penyidikan oleh jajaran dari Polda.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap pemilik rumah yakni Hermawan, ditemukan dugaan pelanggaran hukum. Penyalur TKI tersebut ilegal karena izinnya dicabut. Selain itu, Hermawan merekrut calon dengan pendekatan perorangan. Hal itu melanggar peraturan perundangan yang berlaku,” kata Abe.

Rudi Hartono