JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Penerapan Tarif Progresif di Solo Harus Konsisten

Penerapan Tarif Progresif di Solo Harus Konsisten

25
BAGIKAN
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias PARKIR PARALEL- Petugas memarkirkan kendaraan di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Senin (23/1). Dishub Kota Surakarta mengkaji rencana penerapan sistem parkir paralel yang akan diterapkan di sepanjang Jalan Slamet Riyadi.
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
PARKIR PARALEL- Petugas memarkirkan kendaraan di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Senin (23/1). Dishub Kota Surakarta mengkaji rencana penerapan sistem parkir paralel yang akan diterapkan di sepanjang Jalan Slamet Riyadi.

SOLO Rencana penerapan parkir paralel satu lajur di Jalan Slamet Riyadi mendapatkan apresiasi dari akademisi.

Hanya saja, kebijakan itu juga harus diimbangi dengan penerapan parkir progresif secara konsisten untuk melindungi para juru parkir (jukir).

Dosen Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Syafii mengungkapkan Jalan Slamet Riyadi yang masuk kategori jalan arteri idealnya bebas dari parkir.

Hal itu menjadi jalan keluar dari tingginya kemacetan di sana. Hanya saja, sterilisasi parkir di jalan itu belum bisa dilakukan karena masih terkendala minimnya tempat parkir di luar badan jalan.

Untuk itu, kebijakan parkir paralel satu lajur di Jalan Slamet Riyadi dinilai sebagai jalan tengah dari masalah lalu lintas di Kota Bengawan. Pihaknya menilai keputusan Pemkot itu sangat pas untuk memberikan ruang bagi pengguna jalan di sana.

Hanya saja, hal itu juga harus mempertimbangkan keberlangsungan ekonomi dari jukir. Dikatakan Syafii, parkir paralel mau tidak mau akan memangkas pendapatan para Jukir.

“Untuk itu, Pemkot harus mengambil keputusan yang dapat melindungi para Jukir. Salah satunya adalah penerapan parkir progresif di sana,” katanya kepada Joglosemar, Selasa (24/1/2017).

Meskipun tempat parkir terbatas, namun jika tarifnya bersifat progresif, maka hal itu sedikit banyak membantu Jukir untuk mempertahankan jumlah pendapatannya agar  tidak terlalu banyak berkurang.

Selain itu, penerapan tarif progresif di sana juga berimbas pada minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi massal.

”Jika parkir on the street mahal, maka masyarakat akan memilih gedung dan taman parkir. Nah, kalau belum ada maka BST akan menjadi alternatifnya,” katanya.

#Murniati