JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Perpres Listrik Sampah Dibatalkan, Investor Tetap Komitmen Garap Putri Cempo

Perpres Listrik Sampah Dibatalkan, Investor Tetap Komitmen Garap Putri Cempo

46
BAGIKAN
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias TPA PUTRI CEMPO- Pemulung beraktivitas di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo, Selasa (24/1).Pengembang tetap melanjutkan proses persiapan untuk mengelola sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo kendati adanya pembatalkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Berbasis Sampah.
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
TPA PUTRI CEMPO- Pemulung beraktivitas di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo, Selasa (24/1).Pengembang tetap melanjutkan proses persiapan untuk mengelola sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo kendati adanya pembatalkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Berbasis Sampah.

SOLO – PT Solo Citra Metro Plasma Power tetap melanjutkan proses persiapan untuk mengelola sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo kendati ada pembatalkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Berbasis Sampah.

Pembatalan peraturan ini oleh Mahkamah Agung (MA) lantaran teknologi yang dipakai dinilai tidak ramah lingkungan.

“Teknologi yang kita gunakan itu teknologi plasma gasifikasi yang ramah lingkungan. Jadi tidak berpengaruh, makanya kita tetap maju untuk membangun Pembakit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa),” terang Direktur Utama PT Solo Citra Metro Plasma Power, Elan Syuherlan, Selasa (24/1/2017).

Pihaknya mengaku sudah mengetahui adanya pembatalan Pepres Nomor 18 tahun 2016 dan langsung berkomunikasi dengan Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo.

Menurut dia kondisi ini tidak berpengaruh dengan rencana pengelolaan TPA Putri Cempo, termasuk proses pembelian listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Kita tetap akan mencermati perkembangan berikutnya mengenai pembatalan Perpres, apakah itu berpengaruh atau tidak. Kemungkinan itu juga tidak berpengaruh terhadap pembelian listrik,” ungkapnya.

Ia mengaku tetap melakukan koordinasi dengan pihak terkait, seperti Pemkot atau PT PLN. Sementara itu terkait tahapan proyek, lanjut dia, saat ini masih dalam tahap pembuatan desain hingga September mendatang. Setelah selesai proses pembangunan konstruksi akan langsung dilakukan.

“Desain memang butuh waktu lama, karena harus melakukan analisa semunya baik itu sampah melihat kandungannya dan itu akan menentukan mesin yang akan dipasang…Kita sudah siap semua termasuk anggarannya. Dari desain nanti akan diketahui apakah ada kenaikan anggaran atau tidak,” sambungnya.

Sementara itu Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo menyatakan sudah ada kesepakatan jika PT PLN akan membeli listrik dari PLTSa dengan harga dasar 18,77 sen dolar/KWH atau setara Rp 2.496/KWH.

“Kita sudah hitung-hitung, investor masih dapat keuntungan. Kalau kami hitung dalam setahun investor bisa mendapat Rp 71 miliar,” imbuhnya.

Ditambahkan, adanya pengelolaan sampah di TPA Putri Cempo itu akan menguntungkan Solo.

“Nanti tidak ada lagi sampah yang tertimbun, masyarakat pun tidak akan terganggu lagi dengan polusi. Pemkot juga tidak harus mengeluarkan anggaran untuk membayar tipping fee,” pungkasnya.

Ari Welianto