JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Persiapan SMPN 1 Masaran Jelang Adiwiyata, Kantin dan Halaman Dirombak Total

Persiapan SMPN 1 Masaran Jelang Adiwiyata, Kantin dan Halaman Dirombak Total

211
BAGIKAN
CEK KANTIN- Kasek SMPN 1 Masaran, Ramelan (kiri) didampingi Wakasek saat meninjau hasil perombakan kantin menjelang penilaian Adiwiyata 2017, akhir pekan lalu.

SRAGEN– Manajemen SMPN 1 Masaran melakukan perombakan total terhadap sejumlah aspek lingkungan di sekolah tersebut. Perombakan dilakukan sebagai persiapan menjelang penentuan Program Sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten yang bakal digelar dalam waktu dekat ini.
Kepala SMPN Masaran 1, Ramelan, mengungkapkan perombakan sudah dimulai
sejak awal Maret 2016 pascaditunjuknya SMPN 1 Masaran untuk ikut penilaian Sekolah Adiwiyata 2017.

Beberapa pembenahan dan perombakan
yang sudah dilakukan antara lain, pembenahan lima kantin yang ada di
sekolah. Lima kantin yang sebelumnya tersebar di beberapa sudut, langsung
dirombak dilokalisir menjadi satu kompleks dengan dibangun lebih representatif di dalam sekolah bagian belakang. Penempatan secara berderet itu juga untuk memudahkan kontrol terhadap jajanan yang dijual serta mengurangi sampah plastik yang sebelumnya berserakan.
“Dulu kantinnya tersebar di mana-mana dan nggak layak. Sekarang kita jadikan satu biar lebih tertata, rapi dan mudah mengontrol jajanan yang dijual. Kantin juga sudah kita imbau tidak berjualan pakai plastik untuk mengurangi sampah,” paparnya didampingi Wakasek, Heru.
Perombakan juga dilakukan terhadap fasilitas kamar kecil siswa. Jika sebelumnya hanya ada 12 kamar kecil, saat ini sudah dibangun lima kamar kecil lagi. Hal itu dimaksudkan untuk menambah fasilitas kamar kecil mengingat jumlah kelas yang mencapai 24 kelas dengan siswa hampir 760 anak.
Untuk menambah kerindangan, sekolah juga sudah merintis kebun pembibitan tanaman serta memperbanyak di taman depan setiap ruang kelas. Halaman dalam yang sebelumnya gersang, kini juga sudah berubah hijau lantaran diperbanyak dengan pepohonan.
“Untuk menekan sampah, kita sudah mengadakan 25 set tempat sampah yang
masing-masing set terdiri dari tempat sampah organik dan anorganik,” jelasnya.
Dengan persiapan optimal itu, pihaknya menargetkan setidaknya bisa lolos dari penilaian Adiwiyata Kabupaten. Bahkan, jika memungkinkan sangat berharap bisa lolos mewakili kabupaten ke tingkat provinsi
maupun nasional. “Ini baru Adiwiyata pertama,” pungkasnya. Wardoyo