JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Peternak Sapi Perah Boyolali Sambut Pembentukan BUMD Persusuan

Peternak Sapi Perah Boyolali Sambut Pembentukan BUMD Persusuan

203
BAGIKAN
Salah seorang peternak saat memerah sapinya, Rabu (5/1/2017). Foto : Ario Bhawono
Salah seorang peternak saat memerah sapinya, Rabu (5/1/2017). Foto : Ario Bhawono

BOYOLALI — Rencana Bupati Boyolali, Seno Samodro, membentuk BUMD Persusuan disambut positif para peternak sapi perah.

Salah satunya di Desa Jelok, Kecamatan Cepogo, yang dulunya banyak peternak sapi perah namun kemudian beralih ke pembesaran anakan sapi atau pedet. Namun, sebagian peternak sapi masih memilih wait and see.

Hal ini dikarenakan harga susu yang tidak menjanjikan sehingga banyak peternak yang merugi. Namun, dengan adanya rencana pembentukan BUMD Persusuan, para peternak kembali bersemangat.

Hanya saja, saat ini mereka masih menunggu perkembangan lebih lanjut, terutama kepastian harga beli susu dari BUMD tersebut nantinya ke peternak.

“Rencana itu sangat positif, tapi kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Kalau harga susu bagus, bisa jadi banyak peternak sapi perah yang beralih ke pembesaran pedet, akan kembali beternak sapi perah lagi,” ungkap Hariyanto (48), salah satu peternak di Jelok, Jumat (6/1/2017).

Dijelaskannya, saat ini banyak peternak sapi perah yang beralih ke pembesaran pedet atau sapi yang masih dara (muda). Usaha ini dinilai lebih mudah dan menguntungkan.

Setidaknya menurut Haryanto, dia cukup membeli pedhet umur 4 bulan dengan kisaran harga Rp 6 juta- Rp 7 juta/ ekor jantan.

“Dipelihara 3-4 bulan setidaknya bisa laku Rp 8-9 juta/ekor,” terang dia.

Sutarjo (38), peternak lainnya. Dia mengaku beralih ke pembesaran pedet karena harga susu yang rendah. Usaha pembesaran pedet dinilainya lebih menguntungkan.

Namun jika harga susu bisa stabil tinggi dan menguntungkan peternak, tidak menutup kemungkinan dia akan beralih kembali beternak sapi perah.