JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri PKL Alun-alun Wonogiri Akan Dikumpulkan, Ini Agendanya

PKL Alun-alun Wonogiri Akan Dikumpulkan, Ini Agendanya

87
BAGIKAN
Joglosemar | Aris Arianto SIAP DILUNCURKAN-Pekerja membersihkan sampah sisa proyek penataan Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri, Sabtu (17/12).
Joglosemar | Aris Arianto
SIAP DILUNCURKAN-Pekerja membersihkan sampah sisa proyek penataan Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri, Sabtu (17/12).

WONOGIRI—Puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang kerap berjualan di sekitar Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri, akan segera ditertibkan.

Penertiban akan dilakukan dengan tetap mengedepankan azas kemanusiaan, sehingga tidak akan menimbulkan gejolak dari para pedagang.

Menyusul purnapugar Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri, Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengakui kawasan tersebut kini makin dipadati puluhan PKL.

Banyaknya pedagang yang berjualan di kawasan alun-alun Kota Wonogiri itu menimbulkan kesan semrawut.

Ditambah lagi dengan banyaknya pengunjung yang memarkirkan kendaraannya di tepi jalan hingga memicu kemacetan lalu lintas di sekitar alun-alun.

“Karenanya, kedepan PKL di kawasan alun-alun (Giri Krida Bhakti) akan kami tata agar lebih rapi dan nyaman,” ungkap Bupati saat ditemui wartawan usai mengikuti sidang paripurna di DPRD setempat, Kamis (26/1/2017).

Bupati menambahkan, pihaknya bersama dinas terkait sedang mencari model dalam upaya menata menjamurnya PKL. Model tersebut memuat simulasi rencana penempatan PKL.

“Salah satu rencana kami mereka (PKL) akan kami buatkan tenda yang sama atau seragam,” ujar Bupati yang akrab disapa Jekek ini.

Sebelum mulai ditata, Pemkab Wonogiri berencana lebih dulu mengumpulkan puluhan PKL  tersebut untuk bermusyawarah bersama.

Dalam pertemuan tersebut, PKL dapat menyampaikan aspirasinya. Sepanjang tujuannya untuk kepentingan bersama antara PKL maupun warga dan pengunjung, Pemkab siap melaksanakan.

“Yakin tidak ada gejolak. Lihat saja penataan PKL di sekitar agraria (kantor BPN), juga relokasi PKL di Pasar Kota Wonogiri, Alhamdulillah tanpa gejolak. Termasuk pula penataan PKL di kecamatan-kecamatan. Yang penting diuwongke, sesuai azas kemanusiaan,” beber Bupati.

Di sisi lain, Bupati mengapresiasi pengunjung maupun pedagang yang terlihat ikut merasa memiliki Alun-alun Giri Krida Bakti.

Hal tersebut terlihat sampai saat ini tidak ada aksi vandalisme di sekitar alun-alun. Satu hal yang masih disayangkan, yakni sampah bekas makanan dan minuman yang masih berserakan.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Guruh Santosa, melalui Kepala Bidang Perdagangan, Wahyu menyebutkan, ada sekitar 90-an lapak PKL yang setiap harinya beroperasi di sekitar Alun-alun Giri Krida Bakti. Jumlah tersebut masih bisa bertambah.

Aris Arianto