JOGLOSEMAR.CO Opini Refleksi Ini Dia, PNS Sragen Mangkir 2 Tahun Kok Tetap Digaji

Ini Dia, PNS Sragen Mangkir 2 Tahun Kok Tetap Digaji

1589
BAGIKAN
0701-pns-mangkir-1
Ilustrasi

Dulu pernah ada anggapan, seseorang mendaftarkan menjadi pegawai negeri sipil (PNS) adalah  gaji yang stabil, kalau sudah purna menerima uang pensiun, sehingga tinggal kipas-kipas di hari tua. Ada lagi anggapan meski tidak semuanya, jadi PNS bisa kerja dengan “santai” karena sudah memiliki gaji tetap. Malah bagi yang punya  waktu longgar, masih bisa nyambi kerja lain untuk menyalurkan hobi atau menambah penghasilan.

        Nah, tapi kasus yang terjadi di Sragen ini lebih pas masuk golongan yang manakah?  Seorang PNS di Badan Pendapatan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sragen selama dua tahun mangkir bertugas, namun masih saja menerima gaji bulanan. Orang banyak menyebutnya sebagai PNS siluman, karena hampir setiap hari ngilang dari kewajibannya di kantor.

Kasus itu sebenarnya sudah dilaporkan ke dinas terkait, termasuk ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Inspektorat dan ke Bupati. Namun faktanya laporan tersebut tidak pernah berbuah sanksi yang sepadan. Si pelaku masih melenggang mulus tak tersentuh.

Kepala BPPKAD (yang baru saja digeser) mengakui, pernah ada surat mosi tidak percaya yang dibuat staf terhadap PNS tersebut. Ia juga mengakui yang bersangkutan sudah lama tidak aktif, namun dinas tak berdaya menghentikan pencairan gajinya karena dasar penghentian gaji berupa surat pemberhentian tidak pernah ada.

Ini ternyata bukan kasus pertama di Sragen. Beberapa waktu lalu, publik sempat dikejutkan adanya PNS atas nama Retna Tyas Wulandari di SDN 16 Sragen yang tiga tahun tidak masuk, tapi masih menerima gaji. Usut punya usut, Ratna diketahui merupakan anak mantan pejabat berpengaruh di jajaran Dinas Pendidikan Sragen.