JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Polisi Janji Tindak Tegas Penyebar Berita Hoax

Polisi Janji Tindak Tegas Penyebar Berita Hoax

36
BAGIKAN
Broadcast tentang penculikan yang tersebar di Sragen beberapa hari terakhir.
Broadcast tentang penculikan yang tersebar di Sragen beberapa hari terakhir.

Aparat kepolisian bakal bertindak tegas jika menemukan pelaku broadcast (bc) hoax yang bersifat meresahkan masyarakat.

Apalagi, ada laporan kepada pihak berwajib tentang informasi menyesatkan tersebut. Kasubag Humas Polresta Surakarta, AKP Yuliantara P mewakili Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ahmad Luthfi, Minggu (8/1/2017) pagi.

“Kami akan menindaklanjuti dengan tindakan tegasi jika ada warga yang merasa dirugikan terkait bc hoax yang disebarkan oleh pihak tertentu yang bersifat menimbulkan keresahan masyarakat,” terang AKP Yuliantara.

Disebutkan, berdasarkan Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU-ITE) yang telah direvisi yang diberlakukan mulai tanggal 28 November 2016, penyebaran informasi palsu dan bersifat memancing keresahan di masyarakat dapat dipidanakan. Asalkan, ada warga atau masyarakat yang merasa dirugikan dan melaporkannya ke ranah hukum.

Tak hanya itu saja, tim cyber dari Mabes Polri juga terus melakukan pemantauan terkait penyebaran informasi yang diunggah dan disebarluaskan melalui jejaring internet.

“Kami dari pihak kepolisian juga telah intens memantau perkembangan penyebaran informasi melalui internet. Jika dirasa meeesahkan, maka dapat diambil tindakan tegas,” tandas dia.

Para pengunjung Solo Car Free Day (CFD) turut berpartisipasi dalam gerakan melawan penyebaran berita hoax. Gerakan dengan slogan "Turn Back Hoax" digelar di di bilangan Jalan Slamet Riyadi, Solo, Minggu (8/1/2017). Foto : Insan Dipo Ferias
Para pengunjung Solo Car Free Day (CFD) turut berpartisipasi dalam gerakan melawan penyebaran berita hoax. Gerakan dengan slogan “Turn Back Hoax” digelar di di bilangan Jalan Slamet Riyadi, Solo, Minggu (8/1/2017). Foto : Insan Dipo Ferias

Warga Solo pun mendukung penuh langkah yang dilakukan polisi. Komunitas Anti Hoax Wilayah Surakarta dalam acara di Car Free Day (CFD), Minggu (8/1/2017) berharap masyarakat tak lagi terjebak dalam kabar palsu.

“Dengan berdirinya komunitas serta Gerakan Anti Hoax Solo Raya, semoga Tuhan YME senantiasa selalu melimpahkan cahanya dari langit serta menerangi hati nurani masyarakat Indonesia untuk tidak terjebak dengan kabar bohong, untuk menolak segala jenis berita hoax. Hal itu juga untuk menghindari segala ajaran kebencian serta permusuhan. Karena kita satu nusa dan satu bangsa,” ujar Koordinator Komunitas Anti Hoax Solo Raya, Niken Satyawati.