JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Polres Sukoharjo Sita 2.000 Liter Ciu dalam 10 Hari

Polres Sukoharjo Sita 2.000 Liter Ciu dalam 10 Hari

48
BAGIKAN
Joglosemar | Dynda Wahyu Wardhani BUKTI MIRAS—Kapolres Sukoharjo, AKBP Ruminio Ardano menunjukkan barang bukti hasil penyitaan minuman keras jenis ciu yang telah dikemas dalam botol air mineral dan siap dikirim, Kamis (26/1/2017).
Joglosemar | Dynda Wahyu Wardhani
BUKTI MIRAS—Kapolres Sukoharjo, AKBP Ruminio Ardano menunjukkan barang bukti hasil penyitaan minuman keras jenis ciu yang telah dikemas dalam botol air mineral dan siap dikirim, Kamis (26/1/2017).

SUKOHARJO—Peredaran minuman keras atau miras di wilayah Sukoharjo ternyata masih sangat tinggi. Bahkan, hanya dalam sepuluh hari, Polres Sukoharjo berhasil menyita lebih dari 2.000 liter melalui operasi pekat (penyakit masyarakat).

Kapolres Sukoharjo AKBP Ruminio Ardano, Kamis (26/1/2017), menjelaskan, peredaran ciu tersebut sudah sampai Lampung, Madiun dan Ngawi. Polisi juga menyita dua mobil yang digunakan sebagai sarana para pengedar ciu.

Kedepan, operasi Pekat serupa masih akan terus digalakan. Kapolres menyebutkan, seluruh 2.000 liter lebih miras yang disita tersebut didapatkan dalam waktu 10 hari operasi.

“Kami akan terus melakukan razia miras ini. Apalagi sekarang ada tim khusus,” paparnya.

Polres Sukoharjo sudah membentuk Tim Satuan Pemberantasan Penyakit Masyarakat dan Kejahatan (Separtan), yang terdiri dari unit narkoba, reskrim, intel, dan sabhara.

Dipaparkan Kapolres, dari jumlah miras sitaan tersebut, sebanyak 1.230 liter ciu adalah hasil dari operasi yang dilakukan oleh Polres Sukoharjo sendiri.

“Saat penyitaan, ciu sudah dikemas dalam botol air mineral satu setengah liter. Adapun yang masih dalam jerigen 30 liter. Selain itu ada juga yang sudah ditata di dalam mobil dan siap kirim,” ujarnya.

Sedangkan untuk 800 liter miras lainnya, disita dari tiga lokasi yang berbeda di wilayah Kecamatan Mojolaban dan Polokarto.

Penyitaan dilakukan oleh tim Satgas Operasi Pekat Polres Sukoharjo dan Polsek setempat. Bersama minuman ham tersebut turut diamankan empat orang yang diduga pengedar miras.

Berawal dari ciu yang disita dari sebuah truk yang dikemudikan pria berinisial RYT (54), warga Kediri, Jawa Timur di jalan raya Bekonang – Palur tepatnya di Dukuh Pancuran, Desa Demakan, Kecamatan Mojolaban, dan dari rumah seorang penjual ciu berinisial ES (49), warga Mojolaban.

“Pada hari Kamis (19/1/2017) sekitar pukul 02.00 WIB, Polsek Mojolaban menyita sebanyak 342 liter ciu dari sebuah mini bus yang dikendarai warga Polokarto berinisial AS (46). Modusnya juga sama, ciu dimasukkan ke dalam botol air mineral lalu dimasukkan ke dalam kardus,” terang Kapolres.

Sedangkan dari lokasi terakhir, di wilayah Kecamatan Polokarto, lanjut Kapolres, Polsek Polokarto menyita sebanyak 330 liter ciu pada Kamis (19/1/2017), sekitar pukul 10.00 WIB.

Ciu itu pertama kali ditemukan oleh polisi setelah mencurigai seorang pria warga Polokarto berinisial YAN (27) yang membawa beberapa jerigen dan botol air mineral dengan sepeda motor. Setelah diperiksa, ia kedapatan membawa 120 liter ciu di dalam jerigen.

Selanjutnya polisi melakukan pengembangan dengan mendatangi tempat produksi ciu tersebut. Alhasil, lagi-lagi polisi menemukan barang haram itu sebanyak 110 liter.

Di sisi lain, tempat produksi ciu itu ternyata merupakan usaha ilegal yang tidak berizin yang berada di sekitar daerah rumah industri kimia produksi alkohol yang berizin secara resmi di wilayah Desa Ngombakan, Kecamatan Polokarto.

Dynda Wahyu Wardhani